Mahasiswa KKN Tematik 116 Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pilah Sampah Bernilai Guna” sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong pemanfaatannya menjadi produk yang bernilai guna.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 16.00–17.30 WITA, bertempat di pekarangan rumah salah satu warga Desa Arallae, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, dan dihadiri oleh 20 orang peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kelompok tani, dan masyarakat Desa Arallae.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Koordinator Desa KKN Tematik 116 Desa Arallae, Mirsawal, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya membangun kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Menurutnya, sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat apabila dikelola dengan baik melalui metode yang sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Program kerja ini dipandu oleh Syafira Nur Aini SH, selaku penanggung jawab kegiatan. Dalam pemaparannya, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan sampah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui proses fermentasi menggunakan EM4 Pertanian dan molase (tetes tebu). Selain menjelaskan manfaat POC bagi pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah, peserta juga diperkenalkan pada alat, bahan, komposisi, tahapan pembuatan, cara penggunaan, hingga ciri-ciri POC yang berhasil dibuat. Materi tersebut disampaikan berdasarkan leaflet edukasi yang telah disusun oleh tim KKN sebagai panduan praktis bagi masyarakat.
Pelaksanaan program kerja ini turut didukung oleh seluruh anggota KKN Tematik 116 Pemberdayaan Desa Arallae, yaitu Mirsawal, Muhammad Akram Alif, Rima Melati, Muh Adiyatma, dan Adriani P, yang berperan dalam persiapan kegiatan, pendampingan peserta, demonstrasi pembuatan POC, serta dokumentasi. Melalui demonstrasi langsung, peserta diajak memahami bahwa limbah sayuran rumah tangga tidak harus dibuang begitu saja, melainkan dapat diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan, ekonomis, serta mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi tanya jawab dan diskusi mengenai penerapan pembuatan POC di lingkungan rumah masing-masing.
Program kerja “Pilah Sampah Bernilai Guna” diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Arallae dalam mengelola sampah secara berkelanjutan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik 116 Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat desa.

