Sinergi Kemitraan Dispora Jatim dan Kormi Jatim : Perkuat Tata Kelola, Wujudkan Jawa Timur Sebagai Barometer Olahraga Masyarakat

KOTA BATU, NUSANTARAPOS, (21/7/2026) – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Dispora Jatim) menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Peningkatan Kerjasama Organisasi Olahraga dengan tema “Sinergi Kemitraan Menuju Tata Kelola Organisasi yang Akuntabel dan Berprestasi”. Kegiatan berlangsung di UPT Ibat Punten Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, Kota Batu, pada Selasa (21/7/2026).

Acara dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Jatim, Cepi Sukur Laksana, SH., MM., didampingi Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Timur, Debi Sisilia Samoa, SE. Turut hadir jajaran pengurus KORMI Provinsi, Ketua KORMI se-Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, serta Ketua Organisasi Induk Olahraga (Inorga) tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Ketua KORMI Jawa Timur, Debi Sisilia Samoa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dispora Jatim atas terselenggaranya pertemuan strategis ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah krusial untuk memperkuat struktur organisasi serta menyatukan semangat seluruh elemen organisasi olahraga di Jawa Timur.

Secara khusus, ia memberikan arahan dan himbauan tegas kepada seluruh Ketua KORMI tingkat Kabupaten/Kota maupun para pimpinan Inorga se-Jawa Timur:

“Saya menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi yang erat antar elemen organisasi. Selain itu, kita semua wajib memahami dengan benar serta melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KORMI sebagai landasan utama dalam berorganisasi. Hal ini menjadi kunci agar langkah kita selaras, terarah, dan berjalan sesuai aturan demi kemajuan bersama.”

Debi juga menyoroti dua poin penting dari kegiatan ini:
Pertama, melalui materi Dr. Mochamad Purnomo, seluruh peserta diingatkan untuk berperan aktif menyukseskan Gerakan Indonesia Aktif. “Kita tidak boleh pasif, melainkan harus menjadi motor penggerak utama agar masyarakat kembali berolahraga secara masif,” tegasnya.

Kedua, pemaparan Dr. Muhammad Muhyi menekankan perlunya transformasi organisasi: beralih dari kegiatan seremonial semata menuju gerakan yang berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat yang aktif, sehat, dan bugar secara nyata di lapangan.

Di akhir pernyataannya, Debi berharap seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan hingga penutupan pukul 16.15 WIB nanti dapat pulang membawa strategi baru. “Mari kita bangun kerjasama yang lebih solid di daerah masing-masing, dan jadikan Jawa Timur sebagai barometer olahraga masyarakat di Indonesia,” pungkasnya.(Aryo).