Skrining Gula Darah sebagai Upaya Deteksi Dini Diabetes Melitus di Desa Teteaji

Sabtu, tanggal 18 Juli 2026, telah dilaksanakan kegiatan program kerja Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKNPK) Angkatan ke-69 yang dilaksanakan oleh Mazaya Salsabila, Mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, dengan mengangkat judul program kerja “Skrining Gula Darah”, dengan sasaran warga Desa Teteaji berusia di atas 18 tahun.

Kegiatan ini merupakan program skrining kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi dini risiko diabetes melitus pada masyarakat melalui pemeriksaan kadar gula darah sewaktu yang disertai dengan edukasi kesehatan. Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kasus diabetes melitus di Indonesia serta pentingnya deteksi dini, mengingat penyakit ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Oleh karena itu, skrining dilakukan pada masyarakat berusia 18 tahun ke atas sebagai kelompok usia yang mulai memiliki risiko lebih besar mengalami diabetes melitus akibat faktor usia, pola makan, aktivitas fisik, maupun riwayat keluarga.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh informasi mengenai pentingnya pemeriksaan gula darah secara berkala, faktor-faktor yang meningkatkan risiko diabetes melitus, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi konsumsi gula, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, dan menghindari kebiasaan merokok.

Berdasarkan hasil skrining yang telah dilakukan, sebagian besar peserta menunjukkan kadar gula darah yang masih berada dalam batas normal. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat yang mengikuti pemeriksaan belum menunjukkan indikasi peningkatan kadar gula darah pada saat pemeriksaan. Meskipun demikian, peserta tetap diberikan edukasi mengenai pentingnya mempertahankan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai upaya pencegahan diabetes melitus di kemudian hari.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Desa Teteaji. Warga terlihat antusias mengikuti pemeriksaan gula darah serta aktif berdiskusi mengenai pola hidup sehat dan cara mencegah diabetes melitus. Sebagai media edukasi, seluruh peserta juga memperoleh leaflet yang berisi informasi mengenai diabetes melitus, faktor risiko, gejala, cara pencegahan, dan pentingnya deteksi dini. Pembagian leaflet kepada seluruh peserta terlaksana sesuai target yang telah ditetapkan dengan capaian distribusi sebesar 100%.

Penanggung jawab program kerja berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran warga Desa Teteaji terhadap pentingnya pencegahan diabetes melitus, sehingga dapat menurunkan angka kejadian diabetes melitus di wilayah tersebut secara bertahap, serta mendorong penerapan pola hidup sehat yang berkelanjutan meskipun program KKN telah berakhir.

Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Teteaji, 18 Juli 2026 Penanggung Jawab Program Kerja,

Mazaya Salsabila