Barru, 13 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin Posko Desa Balusu mengawali rangkaian pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Desa Balusu, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkenalkan program-program yang akan dilaksanakan sekaligus menyerap masukan dari pemerintah desa dan unsur masyarakat agar pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Seminar dihadiri oleh 19 peserta yang terdiri atas perwakilan Camat Balusu, perwakilan Kepala Desa Balusu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sekretaris BPD, Sekretaris Desa, kepala dusun, kader, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program KKN yang berorientasi pada peningkatan kesehatan masyarakat.
Koordinator Posko KKN-PK Desa Balusu, Muhammad Syauki J.A. Rahman Said, menjelaskan bahwa seluruh program yang dipresentasikan merupakan hasil penyusunan mahasiswa berdasarkan hasil observasi awal dan koordinasi bersama pemerintah desa. Oleh karena itu, setiap kegiatan dirancang agar mampu menjawab berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat di Desa Balusu.
“Seminar program kerja ini menjadi langkah awal bagi kami untuk membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Melalui forum ini kami tidak hanya memperkenalkan program yang akan dilaksanakan, tetapi juga menerima berbagai masukan agar setiap kegiatan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Balusu,” ujar Syauki.
Dalam pemaparannya, mahasiswa memperkenalkan tujuh program kerja individu, yaitu Sahabat CERIA (Cuci Tangan, Enggak Takut Kuman, Rajin Bersih, Ikut Jaga Kebersihan, Aku Hebat) berupa edukasi dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa sekolah dasar, Senyum Sehat Bahagia melalui edukasi dan demonstrasi sikat gigi massal, PETANDA sebagai upaya pencegahan hipertensi melalui pemeriksaan tekanan darah, Parlemen Cilik untuk melatih keberanian menyampaikan pendapat dan mencari solusi bersama, GEMILANG (Gerakan Masyarakat Peduli Gula Darah) sebagai deteksi dini diabetes melitus, edukasi penggunaan sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari, serta edukasi diabetes melitus melalui permainan Card Match Diabetes sebagai media pembelajaran yang interaktif.
Selain itu, mahasiswa juga memaparkan tiga program kerja kelompok, yaitu GENTING (Gerakan Edukasi Nutrisi dan Pencegahan Stunting), PEKA (Periksa, Edukasi, Kendalikan, Awasi) yang berfokus pada edukasi penyakit tidak menular, serta BUGAR (Bersama Usia Lanjut, Gerak Aktif Rutin) sebagai upaya mendorong lansia tetap aktif melalui kegiatan fisik dan edukasi kesehatan.
Pemaparan program mendapat respons positif dari peserta seminar. Sejumlah masukan disampaikan, mulai dari penyesuaian jadwal pelaksanaan hingga strategi pelibatan masyarakat agar setiap kegiatan dapat menjangkau sasaran secara optimal. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam menyempurnakan rencana pelaksanaan program selama masa KKN berlangsung.
Perwakilan Pemerintah Desa Balusu mengapresiasi langkah mahasiswa yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat sejak tahap perencanaan kegiatan.
“Kami menyambut baik seluruh program yang telah dipaparkan oleh mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin. Program-program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, dan kami siap mendukung pelaksanaannya agar berjalan dengan baik selama masa KKN di Desa Balusu,” ungkap perwakilan Pemerintah Desa Balusu.
Melalui seminar ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap terbangun kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan berbagai program kesehatan yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran pelaksanaan KKN, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Balusu.

