Dukung Pencegahan Stunting, Mahasiswa KKN- PK Unhas Berikan Edukasi Keamanan Protein Hewani untuk MPASI

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan “MPASI Sehat Dimulai dari Protein Hewani: Edukasi Veteriner tentang Pemilihan dan Penyimpanan Pangan Asal Hewan untuk Pencegahan Stunting” di Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan ini ditujukan kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mengenai keamanan pangan asal hewan dalam penyediaan MPASI.

Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026 di Posyandu Asri dengan menghadirkan peserta dari kalangan ibu hamil dan ibu dengan baduta serta didampingi oleh Bidan Puskesmas Pembantu Kelurahan Rijang Pittu.

Program ini dilaksanakan karena masih diperlukan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya memilih dan menyimpan pangan asal hewan dengan benar. Selain berperan sebagai sumber protein berkualitas untuk MPASI, pangan asal hewan juga mudah mengalami penurunan mutu apabila tidak ditangani dengan tepat sehingga dapat memengaruhi kesehatan dan status gizi anak.

Kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan penyampaian materi mengenai pentingnya protein hewani, cara memilih bahan pangan asal hewan yang segar, teknik penyimpanan yang benar, serta diskusi interaktif dan sesi tanya jawab. Di akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test sebagai evaluasi peningkatan pemahaman setelah menerima edukasi.

Bidan Puskesmas Pembantu Kelurahan Rijang Pittu yang turut mendampingi kegiatan mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu yang memiliki baduta. Kami berharap edukasi seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keamanan pangan asal hewan sama pentingnya dengan pemenuhan gizi dalam mendukung pencegahan stunting,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga penyediaan MPASI menjadi lebih aman, bergizi, dan berkualitas sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.