SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin Angkatan 69 dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Angela Indriani Ekaputri, melaksanakan program kerja bertajuk AMAN (Aksi Mewujudkan Kerja Ergonomis dan Aman): Edukasi Keselamatan Kerja Saat Panen Cengkeh di Aula Kantor Desa Dengeng-Dengeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Jumat (24/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh delapan warga sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya dalam aktivitas panen cengkeh yang memiliki risiko kecelakaan cukup tinggi.
Program AMAN disusun berdasarkan hasil observasi lapangan serta diskusi bersama pihak Puskesmas mengenai kejadian kecelakaan kerja yang sering dialami masyarakat saat musim panen cengkeh. Salah satu kejadian yang paling sering ditemukan adalah pekerja yang terjatuh dari tangga bambu saat memetik cengkeh. Selain itu, penggunaan tangga yang sudah retak, kondisi tanah yang licin, kelelahan saat bekerja, serta kurangnya penerapan alat pelindung diri (APD) juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami cara bekerja yang lebih aman dengan menerapkan prinsip ergonomi, menggunakan APD sesuai kebutuhan, serta mengetahui langkah pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan kerja.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai keselamatan kerja. Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi menggunakan media presentasi yang membahas penyebab kecelakaan kerja saat panen cengkeh, cara menggunakan tangga bambu dengan aman, posisi kerja yang ergonomis, pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD), serta langkah pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, sesi tanya jawab, permainan edukatif “Benar atau Salah”, kemudian diakhiri dengan pengisian post-test dan foto bersama.
“Melalui program AMAN ini, saya berharap masyarakat semakin sadar bahwa kecelakaan kerja sebenarnya dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana, seperti memeriksa kondisi tangga sebelum digunakan, bekerja dengan posisi tubuh yang benar, dan menggunakan alat pelindung diri sesuai jenis pekerjaannya. Semoga edukasi ini dapat membantu masyarakat bekerja dengan lebih aman sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan saat musim panen cengkeh,” ujar Angela, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai risiko pekerjaan yang mereka hadapi sehari-hari. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa pekerjaan dengan risiko kecelakaan yang tinggi tidak hanya dialami oleh petani cengkeh yang memanjat tangga bambu, tetapi juga oleh para kuli bangunan yang bekerja di ketinggian. Diskusi tersebut membuat suasana edukasi semakin hidup dan mendorong peserta untuk saling bertukar pengalaman mengenai cara bekerja yang lebih aman. Peserta juga menyadari bahwa keselamatan kerja bukan hanya menjadi tanggung jawab pekerja di sektor tertentu, tetapi perlu diterapkan pada setiap pekerjaan yang memiliki risiko kecelakaan.
“Kalau menurut saya, pekerjaan yang paling berisiko itu memang memetik cengkeh karena harus naik tangga yang tinggi. Selain itu, kuli bangunan yang kerja di atas gedung juga punya risiko besar mengalami kecelakaan. Jadi memang kita harus lebih hati-hati dan tahu cara kerja yang aman supaya bisa pulang ke rumah dengan selamat,” ujar salah seorang peserta kegiatan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin, Pemerintah Desa Dengeng-Dengeng, dan Puskesmas, Program AMAN (Aksi Mewujudkan Kerja Ergonomis dan Aman) diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan budaya keselamatan kerja dalam aktivitas sehari-hari. Dengan meningkatnya pengetahuan mengenai penggunaan tangga yang aman, penerapan ergonomi, penggunaan APD, serta langkah pertolongan pertama pada kecelakaan, diharapkan risiko kecelakaan kerja saat musim panen cengkeh maupun pada pekerjaan berisiko lainnya dapat diminimalkan sehingga masyarakat dapat bekerja dengan lebih aman, sehat, dan produktif.

