BONE – Komitmen memperkuat pengelolaan irigasi pertanian di Kabupaten Bone diwujudkan melalui penandatanganan Letter of Agreement (LoA) antara Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Bone. Kesepakatan yang ditandatangani pada Kamis (30/7/2026) di Hotel Novena, Watampone, menjadi tonggak kolaborasi kedua institusi dalam mendukung penerapan inovasi serta pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, bersama Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone, Kasdar, ST., M.Si. Penandatanganan LoA menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan Program Mannennungeng: Smart Hydro Loop, program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Universitas Hasanuddin yang telah disepakati pada 20 Oktober 2025. Melalui kesepakatan tersebut, kedua belah pihak berkomitmen membangun sinergi dalam pengembangan sistem irigasi, peningkatan efisiensi pemanfaatan air, penguatan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A), serta peningkatan kapasitas infrastruktur pendukung sektor pertanian.
Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone, Kasdar, ST., M.Si., mengatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola sumber daya air demi mendukung produktivitas pertanian.
“Kami menyambut baik kolaborasi dengan UKM KPI Unhas. Kerja sama ini sejalan dengan upaya kami dalam mengoptimalkan pengelolaan jaringan irigasi dan ketahanan air di sektor pertanian. Kami berharap program Mannennungeng dapat memberikan manfaat nyata bagi petani di Kabupaten Bone, khususnya dalam hal efisiensi air dan peningkatan produktivitas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari implementasi LoA, Dinas SDABK Kabupaten Bone akan memberikan dukungan berupa fasilitasi teknis, supervisi pelaksanaan program, pendampingan pengelolaan jaringan irigasi desa, serta penguatan kelembagaan petani pengguna air. Selain itu, instansi tersebut juga akan mendampingi penerapan teknologi penghematan air yang dikembangkan Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas agar dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan.
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menilai penandatanganan LoA menjadi momentum penting dalam memperluas kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan daerah melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan Dinas SDABK Bone. LoA ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi komitmen bersama untuk mewujudkan pertanian yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi petani di Bone. Kami berharap kerja sama ini menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengembangan pertanian cerdas,” ujarnya.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., menjelaskan bahwa kerja sama tersebut lahir melalui proses komunikasi dan pembahasan yang intensif bersama Dinas SDABK Kabupaten Bone, mulai dari identifikasi persoalan di lapangan hingga penyelarasan program dengan kebutuhan pemerintah daerah.
“Kami menyampaikan secara runtut mulai dari hasil identifikasi lapangan, potensi efisiensi air, hingga rencana implementasi teknologi Uwai Tuo Mannennungeng. Alhamdulillah, Dinas SDABK Bone merespons positif dan melihat keselarasan program kami dengan agenda strategis mereka. Kami sangat bersyukur karena kerja sama ini tidak hanya menghasilkan LoA, tetapi juga komitmen nyata untuk mengintegrasikan teknologi kami ke dalam program JIAT yang telah berjalan,” ujarnya.
Dosen Pendamping Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
“Kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah adalah kunci keberhasilan program pemberdayaan masyarakat. Kami berharap LoA ini menjadi pondasi yang kuat untuk mendukung kemandirian petani dan keberlanjutan program pasca-pendampingan,” jelasnya.
Melalui penandatanganan LoA ini, UKM KPI Universitas Hasanuddin dan Dinas SDABK Kabupaten Bone menegaskan komitmen untuk membangun kerja sama yang lebih sistematis dalam pengembangan inovasi irigasi. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat implementasi Program Mannennungeng, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan dan praktik pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Bone.

