BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro terus memperkuat pembangunan nonfisik melalui peningkatan wawasan hukum masyarakat. Bertempat di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kamis (30/7/2026), Satgas TMMD bersama Satpol PP Kabupaten Bojonegoro, Bea Cukai, Bappeda, dan Forkopimcam Kedungadem menggelar penyuluhan hukum mengenai bahaya peredaran rokok ilegal. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membentuk masyarakat yang sadar hukum dan mampu mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Dalam penyuluhan tersebut, warga diberikan pengetahuan tentang ciri-ciri rokok ilegal, ketentuan perundang-undangan di bidang cukai, serta dampak hukum bagi pelaku yang memproduksi maupun mengedarkan rokok tanpa pita cukai resmi. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dimanfaatkan untuk berbagai program kesejahteraan, seperti layanan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, pembangunan jalan usaha tani, sumur pertanian, hingga bantuan bagi buruh tani.
Salah seorang personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro mengatakan bahwa edukasi hukum merupakan bekal penting bagi masyarakat dalam mendukung kemajuan desa. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menikmati hasil pembangunan fisik, tetapi juga memiliki pemahaman hukum yang baik. Dengan pengetahuan tersebut, warga dapat menghindari pelanggaran hukum, mendukung peredaran rokok legal, dan bersama-sama menjaga pembangunan yang telah dilakukan,” ujarnya.
Salah seorang warga Desa Kesongo mengaku mendapatkan manfaat besar dari kegiatan tersebut. “Kami menjadi lebih memahami aturan mengenai rokok ilegal dan tahu bahwa dana cukai ternyata kembali untuk membantu masyarakat. Penyuluhan ini membuka wawasan kami agar lebih berhati-hati dan ikut menjaga kemajuan desa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan nonfisik TMMD Ke-129, Kodim 0813 Bojonegoro terus mendorong terwujudnya Desa Kesongo yang semakin mandiri, tertib, dan sadar hukum. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan, sehingga hasil pembangunan fisik dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia di desa.

