Banjarnegara – Karung semen dipanggul dan dipindahkan dari satu titik ke titik lainnya. Di tengah kesibukan pengecoran jalan, Pak Narto terlihat terus bergerak membantu anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Senin (10/08/2026).
Tidak banyak bicara, Pak Narto lebih memilih bekerja. Satu demi satu material semen dilangsir mendekati lokasi pengecoran. Keringat yang membasahi tubuh tidak membuat langkahnya berhenti. Baginya, membantu pembangunan jalan adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan warga sekitar.
Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari pengerjaan rabat beton sepanjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 0,15 meter. Pengecoran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan anggota Satgas dan masyarakat.
Setiap material yang sampai di lokasi memiliki peran penting. Semen harus tersedia tepat waktu agar proses pengadukan dan pengecoran dapat terus berjalan. Karena itu, pekerjaan melangsir material menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam keseluruhan proses pembangunan.
Danramil 09/Susukan, Kapten Inf Masrukin, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD.
“Semangat warga seperti Pak Narto sangat membantu kelancaran pekerjaan. Gotong royong seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan benar-benar dikerjakan bersama antara TNI dan masyarakat,” ujar Kapten Inf Masrukin.
Di lokasi pengecoran, suasana gotong royong terlihat jelas. Ada anggota Satgas yang mengoperasikan molen, sebagian warga menyiapkan material, sementara yang lainnya membantu mengangkut adukan dan meratakan beton.
Tidak ada pekerjaan yang dianggap kecil. Setiap tenaga yang diberikan memiliki arti bagi percepatan pembangunan.
Bagi Pak Narto, jalan yang sedang dibangun bukan hanya milik pemerintah atau milik program TMMD. Jalan tersebut nantinya akan digunakan oleh masyarakat setiap hari, sehingga ia merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut membantu sejak proses pembangunan berlangsung.
Pembangunan rabat beton ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas. Akses menuju lahan pertanian, sekolah, tempat kerja, hingga kegiatan ekonomi masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah setelah jalan selesai.
Semangat seperti yang ditunjukkan Pak Narto menjadi gambaran sederhana bagaimana TMMD menyatukan berbagai unsur di desa. TNI hadir membawa tenaga dan program, sementara masyarakat memberikan dukungan, tenaga, dan kebersamaan.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa,” pembangunan rabat beton di Gumelem Kulon tidak hanya menghasilkan jalan baru.
Di balik setiap sak semen yang dilangsir Pak Narto, ada semangat gotong royong. Di balik setiap adukan beton, ada keringat Satgas dan warga. Dan di balik jalan yang terus memanjang, ada harapan masyarakat agar akses kehidupan mereka menjadi semakin mudah dan nyaman.(Pendimbna).

