DESA TLEMANG – Guratan lelah di wajah Mbah Sumiatun (77) kini berganti dengan pancaran kebahagiaan yang tak terbendung. Salah satu warga paling senior penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dalam program TMMD ke-129 di Desa Tlemang ini, tak mampu menyembunyikan senyum sumringahnya saat melihat rumahnya kini telah bertransformasi menjadi hunian yang kokoh, sehat, dan layak.
Selama bertahun-tahun, lansia tangguh ini harus tinggal di kediaman lama yang kondisinya cukup memprihatinkan dan rentan bocor saat musim hujan tiba. Kini, berkat kegigihan dan cucuran keringat para prajurit Satgas TMMD 129 yang bahu-membahu bersama warga setempat, impian Mbah Sumiatun untuk memiliki rumah yang aman akhirnya menjadi kenyataan.
Kehadiran personel Satgas TMMD di kediaman Mbah Sumiatun tidak hanya membawa perubahan fisik pada bangunan rumahnya, tetapi juga menghadirkan kehangatan tersendiri. Setiap hari, Mbah Sumiatun dengan setia menyaksikan para prajurit TNI berseragam loreng melangsir material, memasang dinding batako, hingga merapikan atap rumahnya.
Komandan Satgas TMMD 129, Letkol Inf Deni Suryo menyampaikan bahwa melihat senyum dan kebahagiaan warga seperti Mbah Sumiatun adalah bayaran tertinggi atas segala lelah yang dirasakan oleh para prajurit di lapangan.
”Sasaran Rutilahu ini ditujukan tepat bagi warga yang benar-benar membutuhkan, terutama lansia seperti Mbah Sumiatun. Melihat senyum sumringah beliau hari ini menjadi suntikan semangat dan energi baru bagi seluruh personel Satgas untuk terus memberikan yang terbaik dalam sisa waktu program TMMD ini,” ungkapnya.
Sambil sesekali mengusap air mata harunya, Mbah Sumiatun mengungkapkan rasa syukur yang teramat dalam. Baginya, bantuan rehabilitasi rumah dari program TMMD ini adalah hadiah terindah yang tidak pernah ia duga sebelumnya di usia senjanya.
”Kulo matur nuwun sanget (Saya terima kasih banyak) kepada bapak-bapak TNI. Dulu kalau hujan kulo bingung karena bocor di mana-mana. Sekarang rumahnya sudah bagus, bersih, dan kokoh. Kebaikan bapak-bapak TNI tidak akan pernah saya lupakan,” tutur Mbah Sumiatun dengan senyum yang terus mengembang.
