Jakarta, NUSANTARAPOS – Barisan Relawan Bro Gibran DKI Jakarta menepis tegas pandangan yang disampaikan Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, yang menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berjalan seperti solo player di tengah koalisi pemerintahan. Tudingan yang menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum optimal dalam mendampingi presiden dipastikan sebagai kekeliruan dalam memahami dinamika tata kelola eksekutif modern.
Ketua Bro Gibran DKI Jakarta, Eka Trisna, menegaskan bahwa pola kerja antara Presiden Prabowo dan Wapres Gibran dibangun atas basis sinergi yang terukur melalui division of labor (pembagian kerja) yang presisi dan taktis.
“Pandangan dari Bang Syahganda yang seolah-olah menggambarkan Pak Prabowo bekerja sendirian adalah narasi yang kurang tepat. Pemerintahan saat ini menerapkan pembagian peran yang sangat jelas: Presiden berfokus pada arah kebijakan strategis makro, geopolitik, pertahanan, dan diplomasi internasional, sementara Wapres Gibran mengawal langsung eksekusi program prioritas di lapangan,” ujar Fitriliya di Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Eka menambahkan, rekam jejak Gibran dalam mengelola pemerintahan daerah menjadi modal kuat untuk memastikan seluruh kebijakan strategis tingkat pusat dapat terealisasi secara presisi hingga ke tingkat bawah. Gaya kepemimpinan yang hands-on, cepat, serta responsif terhadap dinamika ekonomi mikro dan UMKM justru mengimbangi ritme kerja presiden.
Menurutnya, setiap keputusan strategis yang diambil pemerintahan merupakan hasil koordinasi kolektif di tingkat puncak kepemimpinan eksekutif. Kehadiran Wapres Gibran justru menjadi elemen penguat yang menjaga soliditas koalisi dan menjembatani komunikasi dengan segmen pemilih muda serta kelompok teknokrat.
“Bro Gibran DKI Jakarta mengimbau publik untuk menilai efektivitas kepemimpinan nasional dari hasil kerja nyata dan kebermanfaatan program bagi masyarakat, bukan dari spekulasi politik yang tidak berdasar. Prabowo-Gibran adalah satu tim yang solid (solid team) untuk kemajuan Indonesia,” pungkasnya.

