RILIS  

ECO PESANTREN PP BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS JOMBANG: MEMBEKALI PENDIDIKAN EKOLOGIS DAN EKONOMI KREATIF MELALUI KHALIFAH GREEN BEHAVIOR MODEL  

ECO PESANTREN PP BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS JOMBANG: MEMBEKALI PENDIDIKAN EKOLOGIS DAN EKONOMI KREATIF MELALUI KHALIFAH GREEN BEHAVIOR MODEL  

 

Jombang- 29 Agustus 2026.— Menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak tidak cukup hanya dengan memiliki kecerdasan akademik. Sebagai khalifah di bumi, manusia memiliki amanah untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana. Semangat inilah yang menjadi landasan hadirnya Program ECO Pesantren melalui penguatan Khalifah Green Behavior.

 

ECO Pesantren dirancang sebagai sebuah program pendidikan lingkungan yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. Program ini tidak berhenti pada kegiatan kebersihan atau penghijauan semata, tetapi dirancang melalui kurikulum dan modul pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kesadaran ekologis, perubahan perilaku, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

 

DR. KH. M. Hasib Wahab Chasbullah sebagai Majlis Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menyampaikan

“Eco Pesantren ini sebagai amanah yang tidak bisa ditolak karena dalam rangka mengimpelemntasikan hadits النظافة من الإيمان)”

 

Dari Pengetahuan Menuju Kesadaran Ekologis

 

KH. Abdurrozaq Sholeh menegaskan “Santri diharapkan mampu memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjalankan amanah sebagai khalifah fil ardh. Kesadaran tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam kebiasaan sehari-hari, seperti mengurangi sampah, memilah dan mengelola sampah, menghemat air dan energi, menjaga kebersihan, serta menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab”.

 

“Melalui kurikulum dan modul ECO Pesantren, santri akan mendapatkan pengalaman belajar yang mendorong mereka memahami hubungan antara manusia, alam, dan keberlanjutan. Pendidikan lingkungan diarahkan tidak hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi membangun kesadaran ekologis (ecological awareness) yang kemudian diwujudkan dalam perilaku nyata. Demikian Evi Fatimatur Rusydiyah sebagai Dewan Pakar Eco Pesantren menambahkan

 

Dengan pendekatan Khalifah Green Behavior, perubahan yang diharapkan bukan sekadar “tahu tentang lingkungan”, tetapi mau, mampu, dan terbiasa melakukan tindakan yang ramah lingkungan, begitu tambahnya.

 

Sampah Bukan Sekadar Masalah, tetapi Peluang

 

Salah satu kekuatan program ECO Pesantren adalah memberikan ruang kepada santri untuk mengembangkan perilaku ekonomi kreatif melalui pemanfaatan sampah.

 

Santri tidak hanya diajak untuk melihat sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai material yang masih memiliki nilai dan potensi untuk diolah. Melalui kegiatan kreatif dan produktif, santri dapat belajar mengidentifikasi, memilah, mengolah, menciptakan produk, hingga memahami nilai ekonomi dari material yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Nur Fitriyatin Yamin sebagai Dewan Pakar Eco Pesantren menambahkan

 

Pendekatan ini diharapkan membangun dua kesadaran sekaligus: kesadaran ekologis dan kesadaran kewirausahaan.

 

Dengan demikian, pengelolaan sampah di lingkungan pesantren dapat berkembang dari sekadar aktivitas kebersihan menjadi proses pembelajaran yang menghasilkan inovasi, kreativitas, keterampilan, dan peluang ekonomi. Demikian kata Mochammad Syafii, M.B.A

Sebagai salah satu tim ahli/ dewan pakar eco-Pesantren.

 

Tegas Syafii juga bahwa Keberhasilan aspek ekonomi kreatif tersebut juga akan diukur secara terencana, sehingga program dapat melihat sejauh mana santri mampu mengembangkan produk atau aktivitas bernilai ekonomi dari pemanfaatan sampah. Pengukuran ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa ECO Pesantren menghasilkan perubahan yang nyata dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

 

Dirancang dengan Kurikulum, Modul, dan Pengukuran yang Jelas

 

Untuk memastikan program berjalan secara sistematis, ECO Pesantren dikembangkan melalui perangkat pembelajaran yang mencakup kurikulum, modul, aktivitas pembelajaran, praktik lapangan, serta instrumen pengukuran keberhasilan. Demikian kata Evi menambahkan

 

Demikian juga menurut Dr. Arif Mansyuri, S.Pd.I, M.Pd sebagai dewan pakar juga menambhakan, Pengukuran tidak hanya melihat aspek pengetahuan santri, tetapi juga perkembangan kesadaran ekologis, perubahan perilaku, keterampilan pengelolaan lingkungan, kreativitas, serta kemampuan menghasilkan nilai ekonomi dari pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

 

Dengan pendekatan tersebut, ECO Pesantren diarahkan menjadi sebuah model pendidikan lingkungan berbasis pesantren yang dapat dipantau perkembangannya, dievaluasi, dan terus disempurnakan.

 

Didukung Dewan Pakar ECO Pesantren

 

Dalam pengembangan program, ECO Pesantren didukung oleh Dewan Pakar ECO Pesantren yang memiliki latar belakang keilmuan dan pengalaman di bidang pendidikan, manajemen, serta pengembangan program.

 

Dewan Pakar ECO Pesantren terdiri dari:

 

1. Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag

2. Dr. Nur Fitriatin, M.Ed

3. Mochammad Syafii, M.B.A

4. Dr. Arif Mansyuri, S.Pd.I, M.Pd

5. Faizun Amir, S.Ag, S.Pd, M.Pd

 

Kehadiran Dewan Pakar menjadi bagian penting dalam memastikan ECO Pesantren dikembangkan dengan pendekatan yang ilmiah, edukatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan pesantren serta tantangan lingkungan saat ini.

 

Membangun Generasi Khalifah yang Berdampak

 

Pada akhirnya, ECO Pesantren bukan hanya tentang mengelola sampah atau membuat lingkungan pesantren menjadi lebih hijau. Program ini merupakan ikhtiar untuk membentuk karakter santri sebagai generasi khalifah yang memiliki kesadaran ekologis, perilaku ramah lingkungan, kreativitas, dan kemampuan menciptakan nilai ekonomi secara bertanggung jawab.

 

Dari kurikulum lahir pengetahuan. Dari pengetahuan tumbuh kesadaran. Dari kesadaran lahir perilaku. Dan dari perilaku yang dilakukan secara konsisten akan terbentuk budaya hijau yang berkelanjutan.

 

ECO Pesantren membawa sebuah pesan sederhana namun penting:

 

«“Menjadi khalifah berarti menjaga bumi, mengubah perilaku, dan menciptakan kebermanfaatan.”»

 

Melalui Khalifah Green Behavior, pesantren diharapkan tidak hanya melahirkan santri yang cerdas dan berakhlak, tetapi juga generasi yang mampu menjadi pelopor perubahan lingkungan dan ekonomi kreatif berbasis keberlanjutan di tengah masyarakat. Hal ini merupakan wujud dedikasi PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang untuk Indonesia ramah lingkungan.

 

ECO Pesantren — Green Behavior, Creative Action, Sustainable Future.

 

Tentang ECO Pesantren

ECO Pesantren merupakan program pendidikan lingkungan berbasis pesantren yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, pendidikan ekologis, perubahan perilaku, dan ekonomi kreatif. Program dikembangkan melalui kurikulum, modul, aktivitas pembelajaran, praktik pemanfaatan sampah, serta pengukuran keberhasilan untuk membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan.