Tuban – Peluang usaha di sektor ekonomi kreatif terus berkembang, termasuk kebutuhan sablon untuk kaos komunitas, atribut kegiatan, hingga kemasan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Melihat peluang tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Tuban bersama UPT Balai Latihan Kerja Industri Disnakertrans Provinsi Jawa Timur (BLKI) Kabupaten Tuban membekali masyarakat sekitar pabrik dengan keterampilan sablon yang dapat langsung dikembangkan menjadi usaha, Selasa (8/9).
Program pelatihan keterampilan sablon (screen printing) tersebut digelar di Rumah Kreatif Tuwuh Mendhiri, Selasa, 7 September 2026, dan diikuti oleh pemuda serta pelaku usaha mikro dari enam desa di sekitar wilayah operasional Pabrik Tuban, yakni Glondonggede, Sawir, Karangasem, Mliwang, Kedungrejo, dan Merkawang.
Tidak sekadar memberikan pelatihan teknis, program ini dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru bagi peserta. Selama beberapa hari, peserta mendapatkan pembekalan mulai dari teknik dasar pembuatan desain, penyiapan media cetak (afdruk), hingga teknik penyablonan secara manual. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk memulai maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Community Relations & General Affairs Manager, M. Yunani Rizzal, mengatakan pengembangan keterampilan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Solusi Bangun Indonesia dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Kami ingin pelatihan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan. Peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga melihat keterampilan tersebut sebagai peluang untuk menciptakan penghasilan dan bahkan membuka usaha serta lapangan kerja bagi masyarakat lainnya,” ujar M. Yunani Rizzal.
Menurutnya, kolaborasi dengan BLKI menjadi penting karena peserta mendapatkan pembelajaran dari instruktur berpengalaman dengan materi dan praktik yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif.
“Dengan keterampilan yang dimiliki, peserta dapat menangkap peluang pasar yang ada di lingkungan sekitar, mulai dari kebutuhan kaos dan atribut komunitas hingga mendukung UMKM lokal dalam membuat kemasan maupun materi promosi produknya,” tambah M Yunani Rizzal.
Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran BLKI Tuban, Totok Ridwan, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelatihan berbasis keterampilan praktis dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja sekaligus membangun usaha secara mandiri.
“Kebutuhan akan keterampilan yang bisa langsung diterapkan menjadi peluang usaha sangat penting. Karena itu, kami tidak hanya memberikan materi dengan standar industri, tetapi juga siap mendukung peserta melalui pendampingan setelah pelatihan agar keterampilan yang diperoleh dapat benar-benar dimanfaatkan,” ujar Totok Ridwan.
Salah satu peserta, Widik Dwi dari Desa Mliwang, mengaku antusias mengikuti pelatihan karena keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memulai usaha.
“Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini. Keterampilan sablon yang saya dapat bisa menjadi bekal untuk memulai usaha dan menambah penghasilan,” ungkapnya.
Melalui program ini, Solusi Bangun Indonesia dan BLKI Kabupaten Tuban berharap semakin banyak masyarakat yang mampu memanfaatkan peluang ekonomi di sekitar mereka. Dalam jangka panjang, keterampilan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga mendorong lahirnya usaha-usaha baru, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat di Kabupaten Tuban.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Solusi Bangun Indonesia, khususnya dalam pilar pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan pendekatan kolaboratif bersama pemangku kepentingan untuk menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional. (*/Fie).

