Jakarta, Nusantarapos.co.id – DPD Alliance of The Indonesian Tours and Travel Agencies (AITTA) Daerah Khusus Jakarta kembali menggelar AITTA Jakarta Travel Mart (AJTM) 2026 di Aston Kartika Grogol, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-11, forum business to business (B2B) ini mempertemukan pelaku industri pariwisata dari dalam dan luar negeri untuk membuka peluang kerja sama dan transaksi.
AJTM 2026 mengusung tema “Building Valuable Business Connections Across The Tourism Industry” dengan semangat Transformation Journey. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan seller dan buyer secara lebih terarah sekaligus membuka akses bisnis baru bagi anggota AITTA.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP AITTA, Miranti Adriana, mengatakan AJTM tahun ini diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih konkret bagi anggota asosiasi di tengah perubahan kondisi ekonomi dan dinamika industri pariwisata.
“Transformation Journey artinya kami ingin membawa perubahan yang baru. Dalam situasi ekonomi yang sedang berubah, kami menginginkan para member tetap mendapatkan manfaat dari keberadaan mereka di asosiasi,” ujar Miranti.
Menurut dia, AJTM diharapkan dapat membuka kembali jalur komunikasi dan koneksi bisnis antara anggota AITTA dengan mitra yang selama ini belum tersentuh.
“Harapan kami, member bisa menemukan kembali alur-alur yang menyambungkan komunikasi yang baik atau connecting dengan pihak-pihak lain yang mungkin belum tersentuh,” katanya.
AJTM 2026 mempertemukan 30 seller dengan sekitar 100 buyer yang diundang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 89 buyer hadir dalam kegiatan tersebut.
Miranti mengatakan seller yang hadir tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara, termasuk Rusia, Jepang, dan Myanmar, serta berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran pelaku industri dari berbagai pasar tersebut dinilai membuka ruang bagi anggota AITTA untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus menemukan mitra yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Yang kami undang sebagai seller benar-benar yang diinginkan oleh para member. Alhamdulillah mereka mau datang jauh-jauh, baik dari luar negeri maupun dalam negeri,” ujar Miranti.
Ketua DPD AITTA Daerah Khusus Jakarta Djohari Somad menegaskan, AJTM tidak hanya diarahkan sebagai pertemuan antara seller dan buyer.
“AJTM bukan sekadar tempat seller dan buyer bertemu. Kami ingin pertemuan ini menghasilkan transaksi, kolaborasi, dan hubungan bisnis yang berkelanjutan,” katanya.
Dari rangkaian pertemuan bisnis yang berlangsung, AITTA Jakarta menargetkan nilai transaksi sekitar Rp 2 miliar.
Format Table Top Business Dealing dan Business Matching menjadi bagian utama AJTM 2026 untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra yang relevan. Selain biro perjalanan wisata dan tour operator, AJTM juga melibatkan hotel, National Tourism Organization (NTO), maskapai penerbangan, perusahaan transportasi, destinasi wisata, pemerintah, serta pelaku industri pendukung lainnya.
Miranti berharap pertemuan bisnis tersebut tidak berhenti pada komunikasi awal, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama dan transaksi setelah kegiatan berlangsung.
“Target transaksinya kalau bisa mencapai Rp2 miliar. Mudah-mudahan,” ujarnya.
Rangkaian AJTM 2026 juga dilanjutkan dengan kegiatan familiarization trip atau famtrip yang melibatkan seller dan buyer.
Menurut Miranti, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal secara langsung salah satu destinasi wisata yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Format tersebut sekaligus memberi kesempatan kepada pelaku industri untuk melihat potensi destinasi secara langsung sebelum dikembangkan menjadi produk perjalanan yang ditawarkan kepada pasar.
Memasuki tahun berikutnya, AITTA Jakarta juga menyiapkan sejumlah kegiatan yang tidak hanya berfokus pada bisnis perjalanan wisata konvensional.
Miranti mengatakan, asosiasi mulai menjajaki pengembangan kegiatan yang berkaitan dengan wisata ramah Muslim, wellness, dan gastronomi.
“Untuk ke depan kami sudah merancang beberapa kegiatan, baik yang bersifat ramah Muslim maupun yang mempunyai benefit. Kami bukan hanya sekadar menjual goods and travel seperti biasa, tetapi juga sedang menjaring bidang lain seperti wellness dan gastronomi,” jelasnya.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas manfaat bagi anggota melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di luar sektor perjalanan wisata konvensional.
Dengan pendekatan tersebut, AJTM tidak hanya menjadi agenda tahunan untuk mempertemukan seller dan buyer, tetapi juga menjadi salah satu ruang bagi pelaku industri pariwisata untuk mencari bentuk kerja sama baru di tengah perubahan pola bisnis dan kebutuhan wisatawan.


