DAERAH  

KRETA Dirancang Untuk Mengatasi Keterbatasan Modal Bagi Petani Milenial

MADIUN,NUSANTARAPOS,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Madiun meluncurkan program Kredit Tanpa Agunan (KRETA), yakn dengan tujuan memperluas akses permodalan bagi petani milenial.

Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, menegaskan KRETA merupakan program yang dirancang untuk mengatasi keterbatasan modal bagi petani milenial, yakni melalui pembiayaan tanpa agunan dengan subsidi bunga.

Karena selama ini, kendala yang dihadapi petani milenial adalah permodalannya. Sebab itu, Pemda Kabupaten Madiun terus berupaya memberikan dukungan agar mereka memiliki semangat dan kemampuan lebih besar untuk mengembangkan usaha.

Selain akses permodalan, Pemda Kabupaten Madiun juga mendorong peningkatan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian. Mengingat Kabupaten Madiun yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur perlu memperkuat inovasi, teknologi, dan kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas padi.

“Padi kita saat ini rata-rata 6,8–7,2 ton per hektare, yaitu dengan target 9–10 ton per hektarenya. Saya berharap petani milenial dapat mengembangkan usaha hingga pengolahan, dan pemasaran produk bernilai tambah,” ujarnya, Selasa 13 Oktober 2026.

Untuk itu, imbuh Bupati, promosi melalui media sosial perlu diperkuat. Sementara itu, kolaborasi peternak dengan pelaku usaha kuliner juga didorong agar hasil peternakan lokal terserap pasar dan memberikan nilai ekonomi lebih baik.

Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, juga mengungkapkan petani milenial tidak hanya ditentukan usia, tetapi juga pola pikir yang terbuka terhadap modernisasi dan digitalisasi. Oleh sebab itu, diperlukan pemanfaatan teknologi seperti drone untuk penyemprotan.

“Selanjutnya adalah pengembangan lahan percontohan (demplot) pertanian organik guna menunjukkan penerapan benih berkualitas, pemupukan tepat, dan pengendalian hama secara efektif,” tegasnya.*