PACITAN,NUSANTARAPOS,- Pacitan yang saat ini menghadapi musim kekeringan, menjadi masalah tersendiri bagi kaum petani khususnya petani padi. Dimana, pada tanaman padi agar mendapatkan hasil yang maksimal memerlukan banyak air sebagai nutrisi tanaman.
Padahal dari Dinas Pertanian Kabupaten sendiri harus melaksanakan target yang diberikan oleh Kementerian Pertanian di beberapa komoditas terutama target ruasan tanam di setiap bulannya.
Meskipun pihak Dinas Pertanian dirasakan agak berat dalam mencapai target tersebut jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena masalah kekeringan, namun Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan tidak putus asa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sugeng Santoso, S.P,M.M., Rabu ( 14/10/26) mengatakan, “Nah untuk menghadapi musim kering ini, pihak Pertanian sendiri kepada petani menghadapi kondisi cuaca saat ini dengan potensi luasan tanaman padi kita yang hanya sekitar 26 sampai dengan 30 ribu hektare tadi harapan kami selagi di lokasi tersebut masih ada potensi air harapan kami petani masih bisa untuk menanam padi dengan memanfaatkan mungkin jenis-jenis ataupun varitas yang umur pendek dan juga sedikit kebutuhan airnya.”
Selain itu, Sugeng menambahkan, dalam mengurangi pupuk kimia petani diharapkan beralih ke pupuk organik sehingga dapat mengurangi pengeluaran dalam penanaman padi.
“Seperti yang hari ini tadi kita lakukan, kita juga berupaya menggerakkan dan mengarahkan petani ini untuk mulai sedikit demi sedikit mengurangi penggunaan bahan kimia ini kami masukkan bagaimana kita juga ada upaya untuk memperbaiki struktur tanah karena bagaimanapun penggunaan bahan kimia secara berlebihan itu akan berpengaruh pada kesukuran tanah,” terangnya.
Sigeng berharap, dengan jumlah komunitas petani organik yang ada saat ini masih sedikit ini bisa menularkan ke orang-orang yang ada di sekitar mereka. Sehingga harapannya nanti petani organik ini bisa terus berkembang di kawasan Pacitan. “Yang terus kami lakukan dan kami juga terus memfasilitasi hasil pertanian organic, mereka juga kita bantu untuk pemasakannya dengan kegiatan seperti pasar tani yang kita lakukan rutin setiap bulan,” pungkasnya.


