GAYO LUES — Pembangunan lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues terus dipacu. Memasuki hari keempat pelaksanaan, progres pengerjaan masing-masing rumah berkisar 8 hingga 10 persen, dengan pekerjaan masih berfokus pada tahap awal konstruksi.
Kelima rumah tersebut diperuntukkan bagi Samsir, Sabki, Sapinah, Radiansyah, dan Kadir, warga Kampung Gajah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Program ini menjadi bagian dari upaya TNI bersama pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak.
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H., melalui Wadansatgas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait, menyampaikan perkembangan tersebut kepada media di Posko TMMD ke-130 TA 2026, Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan laporan progres pada hari keempat, RTLH pertama dan kedua masing-masing mencapai 10 persen, sedangkan rumah ketiga, keempat, dan kelima masing-masing mencapai 8 persen. Dengan demikian, rata-rata progres kelima unit rumah berada pada angka 8,8 persen.
Di lapangan, pengerjaan masih meliputi pengecoran pondasi dan penimbunan tanah di sekitar pondasi. Tahapan ini menjadi bagian awal pembangunan sebelum pekerjaan berlanjut ke struktur bangunan berikutnya.
Wadansatgas mengatakan, keterlibatan masyarakat turut mendukung pelaksanaan pembangunan. Warga setempat bergotong royong membantu pengerjaan secara bergiliran melalui jadwal piket, sehingga proses pembangunan lima unit RTLH tersebut dikerjakan bersama oleh personel TMMD dan masyarakat.


