Peringati Hari Asuransi ke-20, DAI Tunjuk AAJI Gelar Literasi di 7 Kota

Foto: Arie (Nusantarapos.co.id)

Jakarta, Nusantarapos.co.id – Hari Asuransi yang diperingati setiap tanggal 18 Oktober, pada tahun ini memasuki perayaan yang ke-20. Dalam kesempatan ini, Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menunjuk Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sebagai Ketua Pelaksana Hari Asuransi 2026, dengan berkolaborasi bersama seluruh asosiasi perasuransian yang berada di bawah naungan DAI.

Hari Asuransi tahun ini kembali mengusung tema “Literasi Asuransi Untuk Negeri” dan sub tema “Pahami – Miliki – Lindungi”, sebagai komitmen bersama seluruh asosiasi perasuransian, untuk berupaya terus meningkatkan Literasi kepada masyarakat agar lebih memahami asuransi dengan cara memberikan edukasi lalu mengajak masyarakat untuk memiliki produk asuransi, dan merasakan perlindungan dan manfaat dari berasuransi.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Laporan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026 menunjukkan bahwa tingkat literasi sektor perasuransian tercatat sebesar 42,84 persen, sementara tingkat inklusinya mencapai 29,55 persen. Dibandingkan dengan SNLIK 2025, tingkat inklusi perasuransian mengalami peningkatan dari 28,50 persen, meskipun tingkat literasinya mengalami penyesuaian dari sebelumnya 45,45 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang yang besar untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap manfaat, karakteristik, serta produk dan layanan asuransi, sekaligus mendorong pemahaman tersebut menjadi penggunaan produk asuransi yang lebih luas.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) September 2026, industri asuransi nasional terus menunjukkan ketahanan di tengah dinamika perekonomian global. Hingga Agustus 2026, total aset industri asuransi mencapai Rp1.200,55 triliun, tumbuh 2,56% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari sisi asuransi komersial, total aset tercatat sebesar Rp982,18 triliun, meningkat 3,59% yoy, dengan akumulasi pendapatan premi sebesar Rp255,40 triliun, atau tumbuh 2,66% yoy.

Premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp125,75 triliun, meningkat 7,01% yoy, sedangkan premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp99,61 triliun, mengalami kontraksi sebesar 2,35% yoy. Dari sisi permodalan, industri tetap berada dalam kondisi yang solid, tercermin dari tingkat Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa sebesar 471,57% serta asuransi umum dan reasuransi sebesar 331,52%, jauh di atas ketentuan minimum sebesar 120%.

Sementara itu, industri asuransi syariah juga menunjukkan perkembangan yang perlu terus diperkuat. OJK mencatat pertumbuhan kontribusi asuransi syariah hingga Agustus 2026 berada pada level minus 0,12% yoy, membaik dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya peluang pemulihan sekaligus kebutuhan untuk terus memperkuat daya saing, inovasi layanan, serta pemahaman masyarakat terhadap prinsip dan manfaat perlindungan berbasis syariah.
Di tengah perkembangan tersebut, OJK memproyeksikan pertumbuhan program asuransi hingga akhir tahun 2026 berada pada kisaran 2% hingga 4%. Proyeksi ini menjadi pengingat bahwa penguatan industri tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan aset, premi, dan permodalan, tetapi juga pada kemampuan industri dalam membangun kepercayaan serta memperluas akses perlindungan kepada masyarakat.

Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara, menyampaikan bahwa memperkenalkan dan memasyarakatkan pentingnya berasuransi masih menjadi tantangan, terutama karena tingkat pemahaman masyarakat mengenai asuransi yang masih perlu ditingkatkan.

“Kami meyakini bahwa literasi asuransi bukan hanya tentang mengenalkan produk, tetapi juga memberikan pemahaman yang benar mengenai pentingnya perlindungan keuangan melalui asuransi. Melalui berbagai kegiatan literasi di beberapa Kota, konferensi pers, hingga pemanfaatan media cetak, online, dan media sosial, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengetahui, tetapi juga memiliki produk asuransi dan merasakan langsung manfaatnya. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai instrumen proteksi dapat terus tumbuh, sehingga semakin banyak keluarga dan pelaku usaha yang terlindungi dari risiko di masa depan,” kata Yulius Bhayangkara di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada tahun ini ditunjuk sebagai pelaksana rangkaian Kegiatan Hari Asuransi 2026. “Peningkatan literasi dan inklusi asuransi adalah langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan dari berbagai risiko kehidupan. Asuransi bukan lagi sekadar produk keuangan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat untuk menghadapi risiko yang dapat terjadi kapan saja, seperti bencana alam maupun kecelakaan,” tegas Ketua Bidang Kanal Distribusi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hengky Djojosantoso.

Kegiatan literasi ini akan berlangsung di 7 titik kota di Indonesia dan puncak perayaan pada 20 Oktober 2026 di Jakarta. Sebagai momen Hari Asuransi tersebut, akan digelar rangkaian acara yaitu Konferensi Pers Hari Asuransi, Literasi kepada Media dan Kegiatan Literasi Asuransi kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Melalui program ini, panitia optimis dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berasuransi guna menciptakan kestabilan dan perlindungan dari berbagai risiko di masa depan.

Adapun rangkaian kegiatan literasi Asuransi tahun 2026 dilaksanakan di 7 (tujuh) titik Kota di Indonesia, Semarang 1 (12 Oktober 2026), Jakarta (20 Oktober 2026), Surabaya (21 Oktober 2026), Semarang 2 (22 Oktober 2026), Makassar (23 Oktober 2026), Manado (23 Oktober 2026), Denpasar (29 Oktober 2026).

“Melalui kerja bersama seluruh asosiasi dan pelaku industri perasuransian untuk melakukan Literasi, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap asuransi dapat terus tumbuh. Edukasi dan literasi asuransi perlu dilakukan secara masive dan berkesinambungan, agar asuransi lebih mudah dipahami dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, masyarakat akan semakin menyadari pentingnya perencanaan keuangan untuk perlindungan, sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman di masa depan, sekaligus menjadikan asuransi sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan perekonomian nasional,” ujar Cicilia Nina, Ketua Panitia Hari Asuransi 2026, dalam penutupan perayaan Hari Asuransi tahun ini.