GAYO LUES – Air hujan yang tidak memiliki saluran pembuangan dapat menjadi ancaman bagi kondisi jalan. Genangan yang terus dibiarkan berpotensi membuat permukaan jalan berlumpur, terkikis, hingga merusak badan jalan. Kondisi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues membangun gorong-gorong di jalur menuju Huntara Atas Kampung Pepelah, Kecamatan Pining.
Pengerjaan gorong-gorong titik ketiga kini mulai dilakukan bersama masyarakat. Sebelumnya, dua titik lainnya telah diselesaikan hingga 100 persen. Pembangunan empat titik saluran air tersebut menjadi bagian dari sasaran pembukaan badan jalan TMMD dengan panjang 3,5 kilometer dan lebar 8 meter.
Wadansatgas TMMD ke-130 Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait, mewakili Dansatgas Letkol Arm Frans Desiafan Eka Saputra, S.H., Selasa (3/11/2026) kemarin menjelaskan, keberadaan gorong-gorong sangat diperlukan untuk mengatur aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat.
“Dua titik sudah selesai 100 persen, ini titik yang ketiga sedang kita buat secara bergotong royong antara Satgas TMMD bersama warga Kampung Pepelah,” jelas Kapten Inf MHD Syafi’i Sirait.
Ia menegaskan, pengerjaan berbagai sasaran fisik tetap berjalan di tengah kondisi musim hujan. Satgas bersama masyarakat juga melanjutkan pembukaan jalan, pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH), pembuatan sumur bor, rehabilitasi masjid dan MCK, serta pembangunan kandang ayam bagi warga kurang mampu.
Percepatan pekerjaan dilakukan agar seluruh sasaran TMMD dapat selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Bagi warga Kampung Pepelah, pembangunan jalan yang dilengkapi saluran pembuangan air tersebut diharapkan menjadi akses yang lebih layak, sekaligus mengurangi risiko kerusakan jalan akibat genangan air saat musim hujan.


