HUKUM  

KNPI Minta Menteri BUMN Copot Dirut serta Direktur SDM dan Umum PT Pelni

Jakarta, Nusantarapos – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) meminta agar Menteri BUMN Erick Thohir mengevaluasi total dan mencopot sejumlah direksi seperti direktur utama serta direktur SDM dan umum dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni) akibat tidak melakukan koordinasi dengan jajaran komisaris terkait acara pengajian yang diduga bernuansa radikalisme yang dinilainya sangat berbahaya bagi bangsa dan negara Indonesia.

Belum selesainya persoalan hutang dari PT Pelni ditambah dengan tidak adanya koordinasi yang dilakukan oleh Badan Kerohanian Islam PT Pelni atas ceramah dari sejumlah ulama yang dianggap radikal dalam menyambut bulan suci ramadhan tegas Wakil ketua umum DPP KNPI Lisman Hasibuan justru menambah panjang daftar kesalahan yang dilakukan oleh PT Pelni.

“Hal ini tidak boleh di biarkan, KNPI akan melakukan aksi unjuk rasa pekan depan baik di Kementerian BUMN maupun di PT Pelni agar Menteri BUMN Erick Thohir bertindak untuk memecat direktur utama serta direktur SDM dan umum. Jika masalah ini dibiarkan tentunya akan menjadi masalah besar dikemudian hari,” papar Lisman Hasibuan, Senin (12/4/2021).

Dengan tidak adanya koordinasi diantara para petinggi di PT Pelni, Lisman menambahkan bahwa KNPI berharap kedepannya anak perusahaan BUMN yang lain harus mengikuti Standart Operating Procedure (SOP) perusahaan.

KNPI jelas Lisman juga tidak menutup mata dan berharap bahwa Menteri BUMN Erick Thohir juga dapat membersihkan kelompok radikal yang masih bertengger di BUMN. “Tentunya hal ini jangan dibiarkan saja mengingat sangat membahayakan bagi bangsa dan negara,” tegas Lisman menambahkan.

Seperti diketahui sebelumnya, kajian islam yang akan digelar oleh Badan Kerohanian Islam PT Pelni akhirnya dibatalkan oleh jajaran komisaris diantaranya adalah Komisaris independen PT Pelni Dede Budiyarto atau yang akrab disapa Kang Dede.

Alasan pembatalan itu sendiri, jelas KH Cholil Nafis, yang telah dikonfirmasi pada Jumat (9/4) tak disebutkan di surat yang dikirimkan oleh pengurus kerohanian di PT Pelni.

Kegiatan ceramah via Zoom yang digelar olah Badan Kerohanian Islam (Bakis) PT Pelni itu mengangkat tema-tema seputar Ramadhan. Seperti ‘Bekal Fikih Puasa’, ‘Ada Apa dengan Ramadhan’, ‘Agar Ramadhan Tahun Ini Lebih Berarti’, dan ‘Ramadhan Bukan untuk Bersantai’.

Namun, titik terang soal pembatalan ceramah Ramadhan di PT Pelni didapatkan dari kicauan twitter komisaris independen PT Pelni Kristia Budiyarto atau yang akrab disapa Kang Dede.

Menurut Kang Dede, Badan Dakwah Pelni yang menyebarkan info terkait pembicara Ramadhan, belum ada izin dari Direksi.

“Oleh sebab itu kegiatan tersebut dibatalkan,” jelas Kang Dede. Dalam kicauannya di twitter, Kang Dede menyinggung bahwa panitia acara sudah dimutasi. Tak hanya itu saja, Kang Dede juga menyebut soal radikalisme. (Daniel)