Banner Iklan Sariksa

Soal Serbuan TKC. Andrianto : Jokowi Tak Berdaya Di Depan RRC

JAKARTA, NUSANTARAPOS,-Gelombang kedatangan Warga Negeri Asing (WNA) ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, hingga hari ini masih terus berlangsung. Sejak tanggal 4 – 8 Mei 2021 secara bergelombang ratusan  Tenaga Kerja China (TKC) yang bekerja di proyek-proyek strategis nasional yang di biayai China ini terus berdatangan.

Hal ini memicu kritik berbagai pihak, di satu sisi rakyat di larang mudik merayakan lebaran namun di sisi lain TKC terus berdatangan dengan bebas masuk Indonesia dengan menggunakan fasiltas KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara).

Salah satu kritik keras datang dari DR. Andrianto, pegiat politik yang kini aktif di Gerakan Prodem Indonesia. “Setiap ada kasus viral soal kesemerawutan situasi  selalu gunakan modus berulang untuk pengalihan isu menggugah emosi umat Islam dengan kasus Bipang Ambarawan di Kalimatan Barat yang di desain dengan canggih untuk menutup isu TKA China dan pelemahan KPK. Buat rezim ini seperti sudah ada protap dengan

Sentil emosi umat Islam sehingga mudah goyah apalagi jelang lebaran seperti saat ini”, ujar Andrianto dalam keterangannya yang di terima redaksi, Minggu (9/5/2021).

Menurut aktivis mahasiswa 98 ini, rezim Jokowi selama 6 tahun pemerintahannya makin kentara berbagai kebijakannya sangat pro China. Jebakan hutang China di berbagai proyek strategis nasional membuat Jokowi tak berdaya di depan Republik Rakyat China (RRC).

” Sangat tidak masuk akal rakyat sendiri di larang pulang kampung, mudik untuk merayakan lebaran tetapi ratusan TKC di biarkan datang di beri karpet merah. Belum lagi kasus pelemahan KPK lewat test wawasan kebangsaan (TWK) untuk menggusur pegawai KPK yang sudah terkenal integritasnya di KPK seperti Novel Baswedan, Yudi dll yang sangat menguntungkan para koruptor termasuk koruptor politik dan kebijakan.  Bangsa ini sedang mengalami turbolensi yang membahayakan eksistensi negara, pungkas Andrianto.

Sementara itu, Sementara itu, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting mengatakan, seluruh WNA China yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Soetta, sudah memenuhi aturan keimigrasian.

Perjalanan mereka juga dikatakan, telah sesuai dengan aturan perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia dan telah melewati pemeriksaan dokumen perjalanan dan kesehatan.

“Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka yang datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan tujuan wisata,” ujar Ginting seperti di lansir Sindonews, Sabtu (8/5/2021). (mars/*).