Gerak Cepat Tangkap Pelaku Anirat, Ketua DPRD Apresiasi Polres Lampura

  • Bagikan

Lampung Utara, Nusantarapos – Pasca penangkapan RG (38), dalam kasus Penganiayaan dengan pemberatan (Anirat) yang mengakibatkan seorang korban LDN (51) tewas ditempat, Ketua DPRD Lampung Utara (Lampura) Apresiasi Polres setempat.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD, Romli saat dijumpai di rumah dinasnya, menurut Romli gerak cepat Polres Lampura hanya dalam kurun waktu 6 jam dapat mengungkap sekaligus menangkap sang pelaku.

“Apresiasi buat Polres Lampung Utara, khususnya pak Kapolres, langkah cepat seperti ini yang tentunya diharapkan masyarakat. Bravo Polres Lampung Utara,” Tutur Romli, Jumat malam (24/9/2021).

Diberitakan Sebelumnya, Polres Lampura melakukan Pres Rilis Kasus Penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang terjadi di Kecamatan Hulu Sungkai Lampura.

Hal ini, dipaparkan oleh Kapolres Lampura, AKBP Kurniawan Ismail, didampingi Waka Polres, Kompol Dwi Santosa dan Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama saat menggelar Konferensi Pers kemarin (24/9) sekitar pukul 13.45 WIB di Koridor Utama Mapolres setempat.

Berawal terduga pelaku RG (38) waga Desa Lubuk Rukam Kecamatan Hulu Sungkai, mengambil tanaman singkong milik korban tanpa izin sebanyak satu ikat dan daunnya untuk makanan hewan ternak.

Saat RG mengambil, kepergok oleh korban LDN sehingga korbanpun marah dan sempat hendak mencabut golok dari sarung yang ada di pinggangnya, namun belum sempat mencabut, lansung ditahan dengan tangan kiri pelaku dan sebaliknya pelaku mencabut golok yang ada di pinggang sebelah kanannya dengan tangan kanan dan lansung menghujamkan kebagian kepala serta leher korban sebanyak 6 kali, hingga korban terjatuh bersimba darah, kemudian pelaku pergi meninggalkan korban menggunakan sepeda motornya

Setelah mendapat laporan, Polres Lampura yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Eko Rendi lansung melakukan penyelidikan, undercover dan survailance yang kemudian berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku yang saat itu, diketahui sudah berada di wilayah Martapura OKU Timur Sumatera Selatan, selanjutnya tim melakukan pengejaran

“Sekira pukul 24.00 WIB, tim kita mendapatkan informasi bahwa pelaku RG telah menyerahkan diri di Polres OKU Timur, sehingga oleh tim, terduga RG lansung ditangkap dan dibawa ke Mapolres Lampung Utara,” papar AKBP Kurniawan.

Adapun kini, sambung Kapolres terduga pelaku RG berikut barang bukti berupa 2 bilah golok dan 2 unit sepeda motor sudah di Mapolres Lampura dan terhadap RG tengah dilakukan proses penyidikan

“Ya, akibat perbuatannya, terduga pelaku RG dapat dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman pudana penjara paling lama 15 tahun dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP ancaman pidana paling lama 7 tahun,” ujarnya. (RH)

  • Bagikan