Operasi Yustisi Getol Digelar, Pelanggaran di Trenggalek Didominasi Tak Pakai Masker

TRENGGALEK, NUSANTARAPOS – Target menuju zona hijau penyebaran Covid-19, selain sosialisasi penegakan disiplin sebagai langkah penegakan hukum terus dilakukan gabung jajaran forkopimda Trenggalek.

Seperti pelaksanaan Opera yustisi yang dilakukan oleh anggota gabungan mulai dari Polres, Kodim 0806, Satpol-PP dan Dinas Perhubungan Trenggalek, Jawa Timur pada Minggu (17/10/2021).

Kasubaghumas Polres Trenggalek AKP Bambang Dwiyanto menyampaikan upaya pencegahan dan percepatan penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek terus digencarkan.

Terlebih di masa pandemi seperti saat ini. Selain sosialisasi secara masif dan berkesinambungan, penegakan disiplin sebagai langkah penegakan hukum pun terus dilakukan.

“Operasi yustisi masih menjadi pilihan tepat dalam rangka meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara konsisten,” tegas AKP Bambang.

Diterangkannya, bertempat di depan Mapolsek Tugu yang merupakan jalur perbatasan Trenggalek-Ponorogo, sejumlah petugas gabungan tersebut menggelar operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan.

Setiap kendaraan yang melintas baik roda dua maupun roda empat dan angkutan umum dihentikan sejenak dan dilakukan pengecekan protokol kesehatan khususnya penggunaan masker dan jaga jarak antar penumpang.

“Jadi operasi yustisi masih terus dilaksanakan secara rutin. Dalam sehari operasi bisa dilakukan beberapa kali dengan waktu dan tempat yang berbeda,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0806 Trengggalek Letkol Arh Uun Samson Sugiharto menuturkan, operasi yustisi ini bertujuan untuk mengoptimalkan upaya menakan laju penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek.

“Tidak ada kata kendor apalagi menyerah. Kita masih terus berjuang agar bisa beralih ke zona hijau,” tegasnya.

Pihaknya juga menerangkan, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan komitmen dan konsistensi dari seluruh elemen masyarakat.

Pola humanis didukung tindakan tegas bagi para pelanggar dinilai cukup efektif untuk menekan penularan virus berbahaya tersebut.

“Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menahan diri dengan tidak melakukan moblitas jika tidak benar-benar mendesak,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dalam operasi yustisi kali ini, petugas gabungan menindak tegas sedikitnya belasan warga yang melanggar protokol kesehatan.

Letkol Arh Uun menyampaikan, dalam pelaksanaan operasi yustisi paling banyak didominasi oleh pelanggaran tidak mengenakan masker.

“Petugas memberikan sanksi tegas berupa teguran, sanksi sosial, hingga denda,” pungkasnya. (Rudi)