judul gambar

PKM Tematik di Desa Penatih Dangin Puri Latih Pemasaran dan Pembuatan Jajanan Bagi Disabilitas

NUSANTARAPOS,-Program Kemitraan Masyarakat yang dipilih oleh kelompok 6 mahasiswa peserta Kuliah Aplikatif Terpadu (KAT) Universitas Ngurah Rai Tahun Akademik 2021/2022, berdasarkan analisis kebutuhan mitra yaitu PKM KAT Tematik berbasis inklusif yang bertujuan memberdayakan masyarakat khususnya penyandang disabilitas yang memiliki UMKM usaha pembuatan dan pemasaran Jajanan Bali yaitu Jajan Begina dan Jajan Uli. Metode pemberdayaan dilakukan dengan melakukan pendampingan mulai dariobservasi pemilihan lokasi mitra, analisis situasi dan kebutuhan mitra selama 3 bulan dan bantuan peralatan serta membuatkan label produk. Luaran dari Program Kemitraan Masyarakat ini agar Mitra dalam hal ini Penyandang Disabilitas lebih berdaya dan Publikasi di Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Warga penyandang disabilitas dengan keterbatasan yang dimiliki tidak harus bergantung dari orang lain, upaya yang dilakukan oleh keluarga penyandang disabilitas di Lingkungan Banjar Tengah Laplap Desa Penatih Dangin Puri Kecamatan Denpasar Timur berupa produksi jajan Bali untuk pelengkap sarana upacara agama yaitu Jajan Begina dan Jajan Uli. Peralatan yang masih sederhana dan konvensional serta pemasaran yang masih menunggu dijemput ke rumahnya karena ketidakmampuan mengendara sepeda motor, tidak memiliki sarana komunikasi dalam menerima orderan. Sehingga pemasarannya hanya dari mulut ke mulut.

Kegiatan yang dilakukan berupa :

  1. Bidang pemberdayaan bagi Keluarga Penyandang Disabilitas berupa meningkatkan produksi Jajan dan meningkatkan penjualan melalui membantu peralatan produksi Jajan pembuatan label dengan nama “Jajan Bu Wiwik Sejak 2004”, Juga penjelasan dalam rangka mentaati protocol kesehatan dalam pencegahan pandemic covid-19.
  2. Bidang Teknologi berupa membantu memasarkan melalui media social membuatkan Instagram, membantu mencarikan alat press plastic dalam pengkemasan.
  3. Bidang mentaati Protokol Kesehatan berupa membantu menyediakan wastafel, sabun cuci tangan dan handsanitaizer.
  4. Bidang Manajemen berupa pelatihan pencatatan buku kas kepada warga Disabilitas.

Selain ke empat bidang tersebut, Kelompok 6 yang di pimpin oleh I Komang Feri Santria dengan 21 anggota kelompok serta dibawah bimbingan dosen Pembimbing Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, S.Sos., M.AP. dan Ir. Juniada Pageh Giri, MM. mengarahkan untuk memberikan Bantuan Sembako ke penyandang Disabilitas dan Lansia yang ada di wilayah Desa Penatih Dangin Puri serta melakukan persembahyang, bersih-bersih dilingkungan Pura Puseh serta memberi Bantuan Bak Sampah, kegiatan ini mengaplikasikan Konsep Tri Hita Karana sebagai lambang Universitas Ngurah Rai yaitu Menjaga hubungan dengan Tuhan sebagai ucap syukur karena telah melaksanakan KAT dengan lancar, menjaga hubungan dengan lingkungan yang dituangkan dalam kegiatan bersih-bersih dan bantuan tong sampah serta menjaga hubungan dengan sesama yaitu pemberdayaan keluarga penyandang disabilitas dengan memberikan sedikit bantuan peralatan dan pelatihan untuk mendukung UMKMnya.

Pada saat penutupan Minggu, 12 Desember 2021 yang dihadiri oleh Perbekel Desa Penatih Dangin Puri I Wayan Kamar, anggota BPD beserta Prajuru bertempat di Br. Laplap Tengah  Desa Adat Laplap dan Mitra merasa bersyukur dan mengharapkan keberlanjutan kegiatan seperti KAT ini yang betul-betul menyentuh langsung ke masyarakat. Berharap pihak Universitas Ngurah Rai dapat menjadikan Desa Penatih Dangin Puri dijadikan sebagai Desa Binaan, karena hubungan antara Desa dan Universitas sangat dibutuhkan demi pemberdayaan masyarakat Desa.

Selain manfaat yang langsung diperoleh oleh mitra KAT kelompok 6, mahasiswa dan dosenpun mendapatkan hal positif selama keberlangsungan KAT yaitu, mengetahui salah satu kearifan local Bali tentang bahan baku, cara pembuatan sampai pemasaran dari Jajan Begina dan Jajan Uli yang wajib ada disetiap banten. Sehingga jajan ini perlu dilestarikan dan dikembangkan lagi, yang perlu mendapat sentuhan teknologi karena saat ini bagian dari prosesnya masih mengandalkan cahaya matahari.

Semoga dengan pengabdian yang kecil dapat memberikan stimulus bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan terlebih memberdayakan keluarga penyandang disabilitas.