PACITAN,NUSANTARAPOS, – Kabupaten Pacitan yang merupakan daerah pesisir pantai sangat cocok untuk perkebunan kelapa dan juga kakao. Meskipun demikian, untuk daerah pegunungan tentu selain kelapa dan kako ini juga sangat cocok untuk ditanami pohin cengkeh, karena mengingat pada masa dulu daerah Pacitan terkenal dengan hasil cengkehnya.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sugeng Santoso di ruang kerjanya, Kamis (21/12/23) dimana bahwa saat ini untuk program pertanian yang memiliki komoditas unggul yang saat ini berkembang adalah tanaman kakao dan kopi.
Namun tak menutup kemungkinan bahwa untuk tanaman pangan seperti padi juga dapat dikatakan baik karena di Pacitan sendiri masih banyak ditanami padi.
Untuk tanaman kakao dan kopi sendiri kenapa dikatakan merupakan produk unggul, Sugeng menilai bahwa tanaman tersebut sangat menjanjikan dimana di Pacitan ada sekitar 5.853 Ha tanaman kakao.
“Untuk luas areal tanaman kakao saat ini di pacitan sekitar 5.853 Ha. Tersebar di sepuluh (10) wilayah kecamatan, dengan sentra di Kecamatan Kebonagung (1.165 Ha), Sudimoro (1.177 Ha), Ngadirojo ( 1.233 Ha), Tulakan (1.546 Ha). Tanaman ini bisa panen sepanjang tahun dengan puncak panen di bulan juli s/d oktober,” terang Sugeng.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk harga biji kakao kering asalan saat ini Rp.40.000, dan biji kering fermentasi Rp.50.000.
Sedangkan untu pohon cengkeh, dinas Pertanian dan Ketahanan pangan selanjutnya akan bekerjasama dengan Dinas Perkebunan untuk berupaya menyediakan bibit cengkeh kepada masyarakat karena mengingat saat ini sudah banyak pohon cengkeh yang sudah rangkas (kering) sehingga untuk hasil panennya pun nanti tidak akan baik.
Untuk harapannya nanti, disaat bibit yang diberikan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan nanti, masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam hal penjualan agar tidak lagi dipermainkan oleh pedagang dari luar, sehingga hasil dari panen masyarakat dapat untuk mencukupi eknomi keluarga.

