“Aku dulu anak seorang sopir yang kehidupannya tidaklah begitu mapan. Apalagi Ibuku yang kesehari-hariannya membuka warung nasi demi untuk membantu bapak dalam mencukupi kebutuhan hidup kami sekeluarga,” katanya sambil mengenang masa lalunya.
Kala itu, 2 November 1995, di Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, lahir seorang anak perempuan dari pasangan keluarga sederhana, dimana bapaknya seorang sopir dan ibunya membuka warung makan di depan rumahnya. Sosok perempuan itu diberi nama Melida Akta Suciningtyas.
Akta panggilan nama kecilnya inipun tumbuh sebagai gadis kecil yang lincah dan patuh kepada orang tuanya. Ia pun selalu membantu orang tuanya, terutama ibunya yang membuka warung makan.
Memasak, cuci piring, bersih-bersih halaman dan bahkan membantu mengasuh adiknya adalah kegiatan setiap harinya, karena Akta merupakan anak pertama dari 4 bersaudara. “Saya setiap hari, selain memasak, mencuci piring, bersih-bersih halaman dan juga mengasuh adik-adik adalah kegiatan saya sehari-hari. Maklum bapak seorang sopir yang pulang sore hari dan ibu yang berjualan makanan,” kata Akta.
Merasa dari keluarga yang sederhana inilah, Akta memiliki tekad untuk menjadi sukses setelah dewasa nanti sehingga tidak seperti bapak ibunya yang hidup pas-pasan. “Saya harus punya cita-cita untuk menjadi orang sukses agar kelak bisa membantu bapak ibu dan juga adik-adik saya,” kenangnya sambil merasa haru mengenang masa itu.
Menginjak dewasa, dan sekolah SD, SMP telah dilampauinya, Akta kemudian melanjutkan sekolah di tingkat Sekolah Menengah Atas di Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur.
Di sekolah inilah, karena merasa jauh dari orang tua, Akta makin bersemangat untuk bersekolah demi mengejar harapannya. Mulai dari kelas I dirinya selalu belajar setiap hari tanpa kenal lelah.
Waktu pun terus berjalan. Tak terasa sudah 3 tahun Akta menuntut ilmu di sekolah tingkat atas yang jauh dari kota kelahirannya. Hingga pada akhirnya, Akta pun lulus sekolah dengan nilai yang memuaskan.
Demi mewujudkan cita-citanya, Akta mulai mencoba usaha sendiri di bidang pariwisata dan travel di Pulau Dewata dan usahanya pun mulai merangkak naik.
Hingga pada akhirnya, dirinya kenal dengan seorang pemuda yang saat ini telah menikahinya. Usaha yang dibangun inipun mulai dikembangkan lagi dengan membangun vila yang berada di Kesambi, Denpasar.

Hingga akhirnya, dirasa telah sukses dalam bisnisnya yang dikembangkan bersama suaminya inilah, Akta yang saat ini dikenal dengan Melida mulai aktif menggeluti politik di Partai NassDem besutan Surya Paloh. “Saya tertarik dengan partai NasDem dimana partai ini merupakan partai nasionalis yang selalu membela kepentingan rakyat dengan tujuan memajukan ekonomi rakyat,” katanya.
Setelah jalan tahun kedua masuk menjadi anggota partai NasDem dan dipercaya oleh partai, Melida mengepakkan sayapnya untuk maju sebagai calon legeslatif di Kabupaten Pacitan dari partainya, dan hasilnya dirinya mendapatkan nomer 1 untuk Daerah Pemilihan I Pacitan-Pringkuku.
Harapan Melida maju sebagai Caleg ini tak lain dan tak bukan hanya untuk mewujudkan impiannya dalam memajukan Pacitan yang lebih baik dan maju.
Hal ini tentu dibuktikannya dengan mengadakan pencegahan stunting di desa Sukoharjo dan Kayen dimana masih adanya balita yang terindikasi stunting. “Iya benar, dengan pencegahan stunting inilah, meski dengan makan ikan bersama-sama sedikit banyak warga mengenal bagaimana cara mencegah anak balita dari stunting,” terangnya.
Selain itu, sebagai generasi milenial dari Srikandi Pacitan yang memiliki senyum ramah kepada siapapun ini, dirinya selalu dekat dengan warga masyarakat dan bahkan dengan generasi muda seusianya, sehingga banyak warga yang bersimpatik untuk mengenal lebih dekat siapa sebenarnya Meliada Akta Suciningtyas.
Sementara itu, Yono, warga Dsn. Maron, Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku merasa gembira bisa mengenal Melida yang menjadi viral disaat mengadakan makan ikan bersama-sama dalam mengatasi stunting. “Alhamdulillah saya sangat senang sekali karena sudah tahu siapa Mbak Mel yang sempat viral tersebut. Tentunya saya sebagai warga Pacitan berharap Mbak Mel ke depan dapat membawa wilayah dapilnya menjadi lebih maju baik dari segi jalan maupun juga pendidikan dan juga peningkatan ekonomi warga,” katanya.
Tak lupa ia dan juga masyarakat berdoa agar Melida Akta dapat duduk di DPRD Kabupaten Pacitan dan benar-benar peduli kepada masyarakat Kabupaten Pacitan pada umumnya.

