“Kami menyambut baik inisiasi pemerintah dalam pembukaan jalur pelayaran Penang – Lhokseumawe yang diproyeksikan akan menjadi poros logistik strategis di Ujung Sumatera. Tentunya kami siap memberikan pelayanan terbaik dan memastikan kelancaran operasional untuk mendukung terwujudnya inisiasi tersebut,” ujar Aulia Rahman Hasibuan.
Inisiasi tersebut juga diperkuat dengan dukungan Forum Bersama DPRK Aceh Utara yang memandang bahwa Pelabuhan Lhokseumawe atau yang juga dikenal dengan Pelabuhan Krueng Geukueh akan menjadi gerbang baru menuju pasar internasional.
Ketua Forum Bersama DPRK Aceh Utara Dapil IV, Abuzar menegaskan bahwa kehadiran jalur internasional Penang – Lhokseumawe menjadi peluang emas yang tidak boleh disia-siakan. “Jalur internasional ini adalah momentum emas, kita akan mengawal agar peluang ini dapat diwujudkan sehingga dapat berdampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan khususnya di wilayah Aceh Utara,” terang Abuzar.
Pelabuhan Lhokseumawe didukung dengan kedalaman alur 9 mLWS (mean low water spring), dermaga sepanjang 267,5 meter, lapangan penumpukan seluas 5.000 m2, dan area pergudangan seluas 2.600 m2 serta dilengkapi dengan 2 unit mobile crane, 3 unit head truck, dan 2 unit forklift. Pelabuhan ini didominasi dengan komoditas semen curah dan CPO.

