Nusantarapos, MALANG – Sinergi humanis terjalin erat dalam pelaksanaan program non-fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0818/Malang-Batu. Kali ini, fokus dialihkan dari pembangunan infrastruktur menuju pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini. Satgas TMMD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang menggelar penyuluhan krusial tentang Gerakan Cegah Stunting di Balai Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Antusiasme puluhan warga dan kader posyandu terlihat jelas saat tim dari Dinas Kesehatan menyampaikan edukasi yang menyentuh dan mudah dipahami. Mereka diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya stunting, yaitu gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis, serta kunci pencegahannya. Materi yang disampaikan mencakup tahapan krusial 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pentingnya nutrisi seimbang, hingga praktik sanitasi yang baik.
“Stunting adalah ancaman nyata bagi masa depan anak-anak kita. Melalui TMMD ini, kami ingin memastikan setiap keluarga di Lebakharjo memiliki pengetahuan yang memadai untuk melindungi buah hati mereka,” kata drg. Ahyani, selaku Kepala Puskesmas Ampelgading. Beliau menegaskan bahwa pencegahan stunting melalui TMMD adalah bentuk investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kecerdasan anak bangsa.
Di tempat terpisah, Komandan Satgas TMMD ke-126, Letkol Czi Bayu Nugroho, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian TNI pada aspek kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. “Kami tidak hanya membangun jalan, drainase, dan pipanisasi air bersih. Semua pekerjaan fisik tersebut sejatinya saling terkait dengan peningkatan kesehatan dan gizi,” ungkapnya.
Menurut Letkol Bayu Nugroho, desa yang maju adalah desa dengan infrastruktur baik dan generasi penerus yang cerdas. Melalui program TMMD ini, Kodim 0818/Malang-Batu berkomitmen penuh untuk mewujudkan generasi emas bebas stunting di Lebakharjo, menanamkan harapan akan masa depan yang lebih cerah bagi warga desa.




