KEDIRI,NUSANTARAPOS,– Keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menggelar peringatan Nuzulul Qur’an dalam rangka mengisi kegiatan keagamaan di bulan suci Ramadan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026 tersebut dilaksanakan dengan penuh khidmat dan diikuti oleh jajaran pejabat struktural, staf pegawai, serta tenaga pendidik di lingkungan dinas.
Peringatan yang dilaksanakan di lingkungan kantor dinas tersebut menjadi salah satu agenda rutin tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas turunnya kitab suci Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat silaturahmi antarpegawai di lingkungan instansi pendidikan.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh salah satu pegawai. Lantunan ayat-ayat suci tersebut menggema di ruangan kegiatan dan menambah suasana religius yang penuh kekhusyukan. Seluruh peserta tampak mengikuti jalannya kegiatan dengan tertib dan penuh penghayatan.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan pimpinan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menyampaikan sambutan sekaligus pesan moral kepada seluruh pegawai yang hadir. Ia menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh aparatur sipil negara, khususnya yang berkecimpung di dunia pendidikan.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Dunia pendidikan, kata dia, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan akhlak yang baik.
“Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, kami berharap seluruh insan pendidikan dapat semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman dalam bekerja, mendidik, dan membimbing generasi penerus bangsa,” ujarnya dalam sambutan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh seorang penceramah. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan makna historis dan spiritual dari turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.
Penceramah mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami isi kandungannya serta mengamalkan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Al-Qur’an merupakan sumber ilmu, pedoman moral, serta petunjuk yang mampu membawa manusia menuju kehidupan yang lebih baik.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran para pendidik dalam membentuk karakter peserta didik. Para guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menjadi teladan bagi para siswa, baik dalam sikap, perilaku, maupun dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan.
“Pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, memiliki integritas, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan landasan iman dan moral yang kuat,” ungkapnya dalam tausiyah.
Para peserta yang hadir terlihat mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias. Selain memperdalam pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan antarpegawai yang sehari-hari bekerja di lingkungan dinas.
Peringatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang religius dan harmonis di lingkungan pemerintahan. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan tercipta suasana kerja yang lebih kondusif, penuh kebersamaan, serta dilandasi nilai-nilai moral dan spiritual.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya integritas, kejujuran, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara, khususnya dalam mengelola dan memajukan dunia pendidikan di daerah.
Acara peringatan Nuzulul Qur’an tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penceramah. Dalam doa yang dipanjatkan, seluruh peserta memohon agar diberikan kesehatan, keberkahan, serta kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, doa juga dipanjatkan agar dunia pendidikan di Kabupaten Kediri terus berkembang dan mampu mencetak generasi muda yang berilmu pengetahuan, berakhlak mulia, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Melalui peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini, keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat terus menjadi inspirasi dan pedoman dalam menjalankan tugas pendidikan, sehingga mampu mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berintegritas, serta memiliki keimanan yang kokoh.

