BLITAR ,NUSANTARAPOS,— Bupati Blitar, Rijanto menyatakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dinilai menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Menurut Rijanto, pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan. TMMD menjadi contoh konkret bagaimana sinergi itu diwujudkan dalam kerja nyata,” ujarnya.
Melalui program TMMD ke-127, berbagai pembangunan fisik dilakukan di Desa Krisik. Di antaranya pembangunan rabat jalan, pembangunan jembatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), jambanisasi, serta pembuatan sumur untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik juga menjadi bagian dari program tersebut, seperti pemberian paket makanan bagi anak stunting, penanaman pohon, serta berbagai kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.
Rijanto berharap evaluasi terus dilakukan untuk bahan perbaikan agar pelaksanaan TMMD ke depan semakin efektif dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimistis pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas politisi PDI Perjuangan tersebut.

