Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Silaturahmi ke KH. Fathulloh Suyuti Thoha: Ulama dan Umaro Perkuat Harmoni Spiritual Bangsa

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin berjalan bersama pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda KH. Fathulloh Suyuti Thoha.

Banyuwangi,  NUSANTARAPOS – Kunjungan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, ke Banyuwangi menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara ulama dan umaro sebagai fondasi ketahanan nasional berbasis nilai spiritual.

‎Dalam agenda silaturahmi yang berlangsung di kediaman pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi pada Senin (30/3/2026).

Suasana berlangsung penuh khidmat dan kehangatan. Kehadiran Menhan sekitar pukul 17.00 WIB disambut langsung oleh pengasuh pondok pesantren, KH. Fathulloh Suyuti Thoha, bersama jajaran pengurus Ponpes serta tokoh agama setempat.

Silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi pertemuan seremonial, melainkan juga menjadi ruang mempererat hubungan spiritual antara kalangan ulama dan umaro. Dalam nuansa religius yang kental, pertemuan ini menegaskan pentingnya peran pesantren dalam membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai keimanan, akhlak, dan semangat kebangsaan.

Suasana berlangsung penuh khidmat dan kehangatan. Kehadiran Menhan sekitar pukul 17.00 WIB disambut langsung oleh pengasuh pondok pesantren, KH. Fathulloh Suyuti Thoha, bersama jajaran pengurus Ponpes serta tokoh agama setempat.

Silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi pertemuan seremonial, melainkan juga menjadi ruang mempererat hubungan spiritual antara kalangan ulama dan umaro. Dalam nuansa religius yang kental, pertemuan ini menegaskan pentingnya peran pesantren dalam membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai keimanan, akhlak, dan semangat kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap eksistensi pesantren sebagai pilar pendidikan dan pembinaan umat. Menurutnya, perhatian tersebut mencerminkan komitmen nyata dalam menjaga harmoni antara pemerintah dan kalangan religius.

 

 

Dodi Iwa Kusumajaya bersama rekan-rekan saat berada di Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, Banyuwangi. 

‎“Pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam moral dan spiritual. Sinergi dengan pemerintah menjadi kunci dalam menjaga keutuhan bangsa,” ungkapnya.

‎Momentum silaturahmi juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Harapan akan Indonesia yang damai, kuat, dan penuh keberkahan mengemuka dalam setiap lantunan doa, mencerminkan eratnya hubungan batin antara pemimpin dan rakyat.

Kunjungan ini diharapkan menjadi inspirasi dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam membangun ketahanan nasional yang tidak hanya bertumpu pada kekuatan fisik, tetapi juga pada kekuatan spiritual. Silaturahmi ulama dan umaro di Banyuwangi menjadi bukti bahwa harmoni nilai keagamaan tetap menjadi pilar penting dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman.

Di penghujung penyampaiannya, KH. Fethulloh Suyuti Thoha menegaskan pesan moral yang sarat makna kebangsaan, dengan mengajak seluruh elemen rakyat Indonesia untuk terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun bangsa.

Dalam pandangan beliau, peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak dapat dipisahkan dari rakyat. TNI hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus menjadi bagian yang menyatu dengan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, hubungan harmonis antara TNI dan rakyat harus senantiasa dijaga dan diperkuat sebagai fondasi utama ketahanan nasional.

“Kekuatan bangsa ini terletak pada kebersamaan. TNI bersama rakyat, rakyat bersama TNI. TNI untuk rakyat,” menjadi penegasan nilai yang disampaikan beliau, yang mencerminkan sinergi dan semangat pengabdian tanpa batas.

Melalui pesan tersebut, KH. Fethulloh berharap nilai-nilai persatuan, kedamaian, dan kebersamaan tidak hanya menjadi slogan, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, demi terwujudnya Indonesia yang lebih kuat, damai, dan sejahtera.” Ungkapnya.