PACITAN,NUSANTARAPOS,- Keracunan makanan yang terjadi pada siswa PAUD, TK dan SD di Kecamatan Tegalombo diduga dari program makan bergizi gratis (MBG) sangat disayangkan oleh berbagai pihak. Padahal seharusnya program MBG ini untuk memenuhi gizi anak-anak sekolah, namun justru membawa keprihatinan.
Salah satu anggota DPRD Kabupaten Pacitan dari fraksi partai demokrat dr.H. Warkim Sutarto MRAS. menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa PAUD, TK, dan SD di wilayah Tegalombo Pacitan. Ini adalah peristiwa serius yang harus menjadi perhatian bersama, karena menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus.
Gerak cepat Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dalam menangani siswa yang diduga keracunan ini, Warkim Sutarto juga mengapresiasi dalam penanganan medis serta pengambilan dan pemeriksaan sampel makanan. “Ini langkah penting untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui secara pasti,” katanya, Sabtu (11/4/26).
Dirinya menegaskan, kejadian ini tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa. Harus ada evaluasi menyeluruh, khususnya terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari proses pengadaan, pengolahan, hingga distribusi makanan.
“Ke depan, kami mendorong beberapa langkah konkret: Pertama, pengetatan standar higienitas dan keamanan pangan bagi seluruh penyedia. Kedua, audit menyeluruh terhadap mitra atau pihak penyedia makanan. Ketiga, pengawasan lintas sektor yang melibatkan dinas terkait secara rutin dan terjadwal. Keempat, penyusunan dan penerapan SOP yang lebih ketat serta mekanisme kontrol kualitas sebelum makanan didistribusikan ke siswa,” terangnya.
Dirinya juga meminta agar hasil pemeriksaan nanti disampaikan secara transparan kepada masyarakat. “Jika ditemukan adanya kelalaian, maka harus ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” lanjutnya.
Selain itu, sebagai anggota DPRD Kabupaten Pacitan, puhaknya akan mengawal penuh proses ini, memastikan penanganan berjalan tuntas, serta mendorong perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. “Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama di atas segalanya, pungkasnya.”

