SEMUA  

IMMA Sampaikan Peluang dan Tantangan SDM Maritim Indonesia di Tingkat Global

Bendahara Umum IMMA Capt. Syamsul Risal, S.M., M.Mar saat membacakan kata sambutan President IMMA Prof. Dr. Capt. H. Akbar Yahya Yogerasi, M.Mar., PhD., saat PKKBM IBM ASMI melalui zoom meet.

Jakarta, NUSANTARAPOS – Dinamika maritim global terus meningkat seiring perkembangan transformasi digital, melihat hal tersebut Indonesia Master Mariner Association (IMMA) menyampaikan pandangannya pada Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bersama Institut Bisnis & Multimedia (IBM) ASMI melalui zoom meeting, Jumat (29/5/2026).

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Institut Bisnis dan Multimedia (IBM asmi) atas terjalinnya kerja sama kelembagaan dengan Indonesia Master Mariner Association (IMMA) melalui Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (24 April 2026) yang telah dilaksanakan secara konstruktif dan visioner,” ujar Bendahara Umum IMMA Capt. Syamsul Risal, S.M., M.Mar saat membacakan kata sambutan President IMMA Prof. Dr. Capt. H. Akbar Yahya Yogerasi, M.Mar., PhD di kegiatan tersebut.

Lebih lanjut Syamsul menyatakan kerja sama ini memiliki arti strategis dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di sektor maritim, yang saat ini menghadapi dinamika globalisasi, transformasi digital, serta persaingan tenaga kerja internasional yang semakin kompetitif.

“Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia (No. 1 dari 45 negara Kepulauan) memiliki posisi geopolitik, geostrategis, dan geo ekonomi yang sangat penting dalam sistem pelayaran dan perdagangan internasional,” katanya.

Syamsul mengatakan letak geografis Indonesia yang berada pada jalur pelayaran dunia memberikan peluang besar bagi bangsa ini untuk menjadi poros maritim dunia sekaligus pemasok sumber daya manusia maritim yang unggul di tingkat global.

Suasana PKKBM IBM ASMI melalui zoom meet.

“Namun demikian, peluang tersebut tidak akan memiliki makna signifikan apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berdaya saing internasional,” ucapnya.

Mewakili President IMMA, Syamsul menjelaskan tantangan yang dihadapi Sumber Daya Manusia (SDM) maritim Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan kompetensi teknis semata, tetapi juga mencakup penguasaan teknologi, kemampuan komunikasi global, literasi digital, kepemimpinan, serta pemahaman terhadap standar internasional di bidang keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, dan tata kelola industri maritim modern.

“Perkembangan industri global saat ini menunjukkan bahwa dunia maritim tengah memasuki era transformasi besar melalui digitalisasi pelayaran, smart shipping, green shipping, artificial intelligence, hingga penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri transportasi laut,” tuturnya.

Oleh sebab itu, tambah Syamsul, institusi pendidikan tinggi memiliki peran fundamental dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan zaman tersebut. Dalam konteks inilah, kerja sama antara Indonesia Master Mariner Association (IMMA) dan Institut Bisnis dan Multimedia (IBM asmi) menjadi sangat relevan dan penting.

“Kolaborasi antara organisasi profesi dan institusi pendidikan merupakan bentuk sinergi strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada kebutuhan industri dan dunia kerja global,” katanya.

Suasana PKKBM IBM ASMI melalui zoom meet.

Syamsul mengatakan mahasiswa baru yang saya banggakan, saudara sekalian merupakan bagian dari generasi masa depan Indonesia yang akan menentukan arah pembangunan bangsa, termasuk dalam sektor maritim nasional. Oleh karena itu, momentum memasuki dunia perguruan tinggi hendaknya dijadikan sebagai proses pembentukan kapasitas intelektual, moral, profesional, dan kepemimpinan.

“Perguruan tinggi bukan hanya tempat memperoleh gelar akademik, melainkan ruang pembentukan karakter, integritas, kedisiplinan, dan budaya berpikir ilmiah. Saudara harus mampu membangun kompetensi yang unggul, berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki semangat pembelajaran sepanjang hayat,” pungkasnya.

Saya meyakini, sambung Syamsul, bahwa dengan komitmen, disiplin, dan kolaborasi yang baik antara dunia pendidikan dan organisasi profesi, Indonesia akan mampu melahirkan sumber daya manusia maritim yang tidak hanya kompeten di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat internasional.

“Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa baru Institut Bisnis dan Multimedia (IBM asmi). Semoga perjalanan akademik yang akan saudara tempuh menjadi langkah awal menuju masa depan yang gemilang serta mampu 2 memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, negara, dan sektor maritim Indonesia,” ungkap President IMMA diwakili Syamsul Risal.

PKKMB tersebut turut dihadiri oleh Rektor IBM ASMI Dr. F.X. Irwan Tanamas, Ak., CPA., CA., Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Drs. Bambang Rismadi, M.Si., Ak., CA., Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya dan Keuangan Khairul Anwar, SE., MM., Wakil Rektor III Bidang Litbang dan Kerma Dr. K.P. Suharyono Soemarwoto Hadiningrat, dan Wakil Rektor IV Bidang Inovasi Bisnis dan Kemahasiswaan Dr. Audrey Tangkudung, M.Si, serta para Kaprodi IBM ASMI dan puluhan calon mahasiswa IBM ASMI yang mayoritas merupakan pekerja maritim.