DAERAH  

SPPG Butuh Berjanji Gandeng UMKM Lokal

PURWOREJO,NUSANTARA POS, – peresmian Satuan Pemenuhan Gizi Desa Butuh Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah sungguh spesialnya. Pasalnya, dapur yang bernaung pada Yayasan Bina Generasi Anak Desa ini, menghadirkan dua pejabat, yakni Purnawiran TNI Kol Kuswanto (Staf Ahli) Badan Gizi Nasional (BGN) dan Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setyabudi.

Dijelaskan Ketua Yayasan Bina Generasi Anak Desa, M. Fauzi bahwa SPPG Butuh merupakan dapur keempat yang dioperasikan yayasannya.

“Di Kecamatan Butuh terdapat sekitar tujuh titik dapur SPPG. Tiga sudah beroperasi, empat lainnya baru diresmikan, dan dua masih dalam tahap persiapan,” katanya.

SPPG ini menargetkan sekitar 1.750 penerima manfaat dari berbagai lembaga pendidikan, di antaranya SMA Negeri 11 Purworejo, SMP Negeri Butuh, MI Imam Puro, MI Lubang, serta 11 sekolah dasar di wilayah sekitar.

Dalam operasionalnya, dapur ini akan menggandeng koperasi dan pelaku UMKM lokal sebagai pemasok bahan pangan. Desa-desa seperti Butuh, Lubang, dan Andong telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat rantai pasok pangan lokal.

“Kami ingin memastikan dapur ini memenuhi standar premium, mulai dari sarana, tenaga ahli gizi, hingga sistem pengelolaan. Insyaallah pekan depan sudah bisa beroperasi penuh,” tambah Fauzi.

Semenntara Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setyabudi, mengapresiasi hadirnya SPPG Butuh sebagai bagian dari percepatan program nasional pemenuhan gizi.

“Kami berharap program ini mampu memperluas cakupan penerima manfaat di Purworejo sesuai arahan pemerintah pusat,” tuturnya.

Wabub Dion menegaskan, pemerintah daerah melalui satuan tugas terus mendorong percepatan pembangunan dapur SPPG sekaligus memastikan kualitas layanan melalui evaluasi berkelanjutan.

Saat ini, cakupan penerima manfaat di Purworejo baru mencapai sekitar 50 persen dari target. Oleh karena itu, berbagai aspek seperti kelengkapan teknis, pengelolaan limbah, hingga sertifikasi halal terus dioptimalkan.

“Ke depan, tidak hanya pelajar, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi prioritas dalam upaya penurunan angka stunting,” jelasnya.

Sedangkan Kuswanto dari BGN menekankan pentingnya kolaborasi dan semangat gotong royong dalam menjalankan program tersebut.

“Ini adalah misi mulia untuk generasi masa depan. Relawan harus kompak, terbuka terhadap masukan, dan menyelesaikan setiap kendala bersama,” ujarnya.

Kuswanto juga menyoroti pentingnya prioritas layanan bagi kelompok rentan sebagai kunci menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

“Saat ini, puluhan dapur SPPG telah beroperasi di Kabupaten Purworejo, dan jumlahnya terus bertambah seiring pembangunan serta persiapan yang berjalan,” imbuh pria yang pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Purworejo pada Pilbup 2019 ini.

Lebih lanjut, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui keterlibatan petani dan pelaku UMKM.

“Dengan sinergi lintas sektor, SPPG diyakini menjadi solusi berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya,” pungkasnya. (*Heri)