BUDAYA  

GEMURA Sayangkan Kegaduhan Polemik Kurban Presiden

JAKARTA, NUSANTARAPOS — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda untuk Rakyat (DPP GEMURA) menyayangkan polemik yang terus berkembang terkait bantuan hewan kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang pengadaannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui skema Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres).

Di tengah momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang sarat dengan nilai pengorbanan, persaudaraan, dan kepedulian sosial, DPP GEMURA menilai perdebatan yang berkembang di ruang publik seharusnya ditempatkan secara proporsional dan tidak menimbulkan kegaduhan yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Koordinator Presidium DPP GEMURA, Rajih Musa’ad, mengatakan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan data, argumentasi hukum, dan etika publik yang sehat.

“Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengawasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah. Akan tetapi, kritik juga harus dibangun di atas fakta dan argumentasi yang objektif, bukan sekadar untuk menciptakan kegaduhan atau membangun persepsi negatif di tengah masyarakat,” ujar Rajih Musa’ad, Kamis (28/5/2026).

Menurut Rajih, hingga saat ini bantuan hewan kurban Presiden merupakan program yang dijalankan melalui mekanisme negara dan telah dianggarkan secara resmi. Karena itu, perdebatan yang berkembang seharusnya tidak diarahkan pada upaya membenturkan nilai keagamaan dengan kebijakan sosial yang ditujukan untuk membantu masyarakat.

“Kalau ada perbedaan pandangan, silakan disampaikan melalui jalur yang tepat dan berdasarkan argumentasi yang kuat. Namun jangan sampai momentum Iduladha yang seharusnya menghadirkan suasana kebersamaan justru dipenuhi narasi saling menyerang dan memperuncing perbedaan,” katanya.

Rajih menegaskan bahwa Iduladha merupakan momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama, serta semangat persatuan di tengah berbagai perbedaan pandangan politik yang ada di masyarakat.

“Iduladha mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai itu yang seharusnya kita kedepankan. Jangan sampai perbedaan pilihan politik membuat kita kehilangan rasa persaudaraan, akal sehat, dan komitmen menjaga persatuan bangsa,” tegasnya.

DPP GEMURA juga melaksanakan kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah sebagai bentuk pengabdian sosial dan kepedulian kepada masyarakat. Pada tahun ini, DPP GEMURA menyalurkan satu ekor sapi dan dua ekor kambing kepada masyarakat dan lingkungan sekitar dengan melibatkan kader serta relawan organisasi.

Melalui momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, DPP GEMURA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas nasional, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun budaya demokrasi yang sehat, dewasa, dan berorientasi pada persatuan bangsa.