SEMARANG, NUSANTARAPOS – Dai Kyokushin Karate Indonesia (DKKI) Pusat yang berada di bawah asuhan Kancho Soengging Soerjasmoro menggelar Seminar Perwasitan Nasional dan Coaching Clinic bagi para pelatih serta sabuk hitam dari seluruh pengurus DKKI se-Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Olahraga Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang pada Minggu, (31/5/2026).
Sebelum rangkaian kegiatan utama dimulai, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara DKKI Pusat dan Universitas Stikubank. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum DKKI Pusat, Senpai Tunggul Aryo Wibowo, SE, dan Rektor Unisbank Semarang, Dr. Elen Puspitasari, S.E., M.Si.
Dalam sambutannya, Dr. Elen Puspitasari menyampaikan bahwa hubungan baik antara pihak kampus dan komunitas Kyokushin telah terjalin sejak lama. Penandatanganan kesepakatan ini menjadi bentuk pengikatan resmi atas kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
“Kyokushin bukan sekadar aliran bela diri biasa, melainkan memiliki nilai dan filosofi yang membentuk mental tangguh, karakter sportif, serta jiwa pantang menyerah. Melalui kerja sama ini, Unisbank membuka kesempatan luas bagi anggota dan atlet Kyokushin untuk melanjutkan pendidikan dengan fasilitas khusus. Kami juga menyediakan beasiswa bagi atlet berprestasi yang mengikuti kompetisi hingga tingkat internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Senpai Tunggul Aryo Wibowo menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menjelaskan bahwa melalui kesepakatan ini, DKKI dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di lingkungan kampus, sebaliknya nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Kyokushin diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter mahasiswa Unisbank.
“Sebagai wujud nyata, atlet DKKI yang meraih juara 1, 2, dan 3 pada kejuaraan tingkat daerah maupun nasional akan mendapatkan kesempatan beasiswa pendidikan di Unisbank. Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat di bidang olahraga sekaligus pendidikan,” ujarnya.
Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan sesi latihan bersama yang diikuti sekitar 100 peserta sabuk hitam yang datang dari berbagai daerah, antara lain Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah.
Ada tiga tujuan utama dalam kegiatan ini:
1. Mempererat rasa kekeluargaan, tali silaturahmi, dan komunikasi antar anggota DKKI se-Indonesia;
2. Menyelenggarakan pelatihan wasit dan juri guna mencetak tenaga yang kompeten dan andal, sehingga tersedia regenerasi yang mampu memimpin pertandingan baik di lingkungan sendiri maupun di tingkat nasional;
3. Mengadakan sesi Coaching Clinic bersama praktisi beladiri Muaythai Jawa tengah Semarang sebagai bentuk latihan silang.
“Tujuannya agar para anggota dapat memperluas wawasan dan pengetahuan. Kami tetap meyakini keunggulan Kyokushin, namun tidak ingin bersikap tertutup. Keterbukaan terhadap ilmu baru justru akan mendukung kemajuan perguruan ini ke depannya,” pungkas Senpai Tunggul Aryo Wibowo.(Aryo).

