PACITAN, NUSANTARAPOS, – Majelis Taklim Sabillil Muttaqin yang beralamatkan di Dusun Sedayu, Desa Kembang Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan memberikan santunan kepada ratusan anak yatim di Kabupaten Pacitan, Kamis (25/6/26). Acara yang cukup sederhana, namun memberikan makna yang dalam inilah yang membuat antusias memadati acara tersebut.
Ketua Panitia pemberian santunan kepada anak yatim, Majelis Taklim Sabillil Muttaqin, Togar Suprobo atau yang lebih dikenal dengan Pipop ini menyampaikan bahwa para donator yang memberikan sumbangan dana, yang hingga saat ini terkumpul sementar mencapai Rp. 132.635.000. “Ini saya katakan sementara yang masuk karena siang dan malam ini masih ada dana dari donator yang masuk namun belum bisa dibagi- bagi, oleh karena itu sementara kami sampaikan dan Insyaallah dari panitia bisa amanah,” katanya.
Lebih lanjut Pipop menjelaskan, selain untuk dibagikan anak yatim, dana tersebut sebagian digunakan untuk kegiatan acara sebesar Rp. 16.025.000. “Ini juga sementara. Ini merupakan yang berbentuk dana. “Ada yang berbentuk material. Oleh karena ituselanjutnya untuk dana duafa, sebesar Rp. 2.700.000,” terangnya.
Dana duafa pada tahun ini sudah ada peningkatan daripada tahun kemarin yang dana anak yatim sebesar Rp. 126.673.000 sedang dana kegiatan sebesar Rp. 11.425.000. “Pada tahun kemarin disalurkan kepada 523 anak, yang masing-masing anak Insyaallah yang diundangi tahun kemarin sekitar 200 anak, dan tahun ini Insyaallah masih disekitaran 500 lebih karena masih ada data anak-anak yang masuk sore ini dan yang bisa dihadirkan malam ini ada 218 anak,” ujarnya.

Dari data yang masuk tahun ini menurutnya lagi, sementara ada 550 anak yatim, dan itupun juga bisa bertambah. Oleh karena itu, Pipop, sebagai ketua panitia menyampaikan banyak terima kasih kepada para donator yang telah memberikan rejekinya untuk diberikan kepada anak-anak yatim di Kabupaten pacitan.
Sementara itu, Kyai Bastomi, pemimpin Majelis Taklim Sabillil Muttaqin mengajak para jamaahnya agar sednantiasa selalu memberikan bantuan kepada para anak yatim selama masih hidup di dunia. “Mari kita punya rasa welas asih kepada anak yatim, kita jaga, sekolahkan, kita didik dan memberikan iman agar mereka bahagia baik dunia maupun akhirat. Mari kita angkat mereka semampu kita,” pesannya.
Kyai Bastomi juga memberikan pencerahan, untuk menjadi seorang ma’rifat seseorang harus mulai memperbaiki akhlaknya dahulu dengan mempelajari dan menjalankan syareat.

