SIDOARJO, NUSANTARAPOS – Hingga pertengahan tahun 2026, tercatat sebanyak 2.121 Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Sidoarjo telah berhasil naik kelas. Angka ini merupakan capaian sementara dari total target yang ditetapkan sebesar 4.000 UMKM yang diharapkan terpenuhi sampai akhir tahun nanti.
Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi, dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026). Menurutnya, capaian ini merupakan bukti nyata antusiasme pelaku usaha lokal dalam berbenah dan berkembang seiring dukungan yang terus diberikan pemerintah daerah.
“Indikator naik kelas ini dinilai dari peningkatan omzet, bertambahnya tenaga kerja, pengelolaan administrasi yang lebih rapi, serta kemampuan produk memenuhi standar mutu dan akses pasar yang lebih luas,” jelas Edi.
Merespons capaian tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menegaskan agar seluruh instrumen pendukung bagi pelaku usaha mulai dari kemudahan perizinan, pendampingan usaha, hingga akses promosi harus berjalan cepat, lancar, dan tepat sasaran agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan para pelaku UMKM di Sidoarjo mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat dan tepat. Mulai dari pengurusan perizinan, pendampingan usaha hingga pemasaran produk harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Wabup Mimik.
Mengingat masih tersisa sekitar 1.879 UMKM lagi yang harus dibantu, Dinkop UM Sidoarjo bersama jajarannya akan memperkuat berbagai strategi percepatan guna mengejar target tersebut. Langkah nyata yang akan terus digenjot meliputi: Pendampingan manajemen usaha dan pembukuan sederhana, Fasilitasi sertifikasi halal, PIRT, dan merek dagang, Pelatihan pemasaran digital dan pasar daring, Kemudahan perizinan melalui layanan terpadu, Sinergi akses permodalan dan kemitraan usaha
Edi menambahkan, gerakan ini juga berjalan beriringan dengan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP yang sedang dibangun masif di seluruh wilayah. Kehadiran koperasi diharapkan menjadi penyangga utama agar UMKM semakin mudah mendapatkan pasokan bahan baku, penampungan hasil produksi, serta akses pemasaran bersama.
“Kami pastikan tidak ada pelaku usaha yang tertinggal. Melalui pendampingan menyeluruh, kami ingin memastikan usaha mereka tidak sekadar bertahan, melainkan tumbuh kuat, teratur, dan mampu bersaing hingga ke tingkat luar daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Wabup Mimik menambahkan, keberhasilan capaian sementara ini harus menjadi semangat untuk bekerja lebih keras lagi bersama seluruh elemen. Ia mengajak perangkat desa, kelurahan, serta paguyuban untuk turut aktif menjaring pelaku usaha yang belum terdata maupun belum tersentuh pendampingan.
“Pemberdayaan UMKM adalah kunci kemandirian ekonomi akar rumput. Semangat naik kelas ini harus terus didorong agar kesejahteraan masyarakat Sidoarjo semakin meningkat dan merata ke setiap pelosok desa dan kelurahan,” pungkas Wabup Mimik. (Aryo).

