Jakarta, Nusantarapos – Pulihnya operasional penerbangan di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak positif terhadap pemulihan perjalanan internasional masyarakat Indonesia. Golden Rama Tours & Travel mencatat peningkatan sekitar 11,2% pada permintaan perjalanan internasional, dalam beberapa minggu terakhir dibandingkan periode ketika operasional penerbangan di kawasan tersebut masih terdampak dinamika geopolitik.
Peningkatan tersebut terutama terlihat pada rute-rute yang memanfaatkan konektivitas melalui Dubai, Abu Dhabi, dan Doha, tiga hub penerbangan internasional yang selama ini menjadi gerbang utama bagi wisatawan Indonesia menuju berbagai destinasi di Eropa, Amerika Serikat, Afrika, hingga kawasan Timur Tengah.
“Pulihnya operasional penerbangan di Timur Tengah bukan hanya berdampak pada perjalanan menuju kawasan Teluk, tetapi juga memulihkan salah satu jalur konektivitas internasional terpenting bagi wisatawan Indonesia. Dubai, Abu Dhabi, dan Doha merupakan hub global yang menghubungkan Indonesia dengan ratusan kota di Eropa, Afrika, Amerika Serikat, hingga Timur Tengah melalui jaringan penerbangan yang luas dan efisien,” ujar Ricky Hilton, General Manager of Communications & CRM Golden Rama Tours & Travel melalui Keterangan Resmi, Rabu (29/7/2026).
Menurut Ricky, maskapai-maskapai berbasis Timur Tengah, seperti Emirates selama ini menjadi pilihan utama wisatawan Indonesia untuk penerbangan jarak jauh karena menawarkan frekuensi penerbangan yang tinggi, waktu transit yang efisien, serta konektivitas ke berbagai kota di dunia. Tidak mengherankan apabila setiap gangguan operasional di kawasan tersebut turut mempengaruhi pola perjalanan masyarakat Indonesia, khususnya menuju Eropa dan Amerika Serikat.
Golden Rama juga melihat adanya perubahan perilaku wisatawan seiring membaiknya situasi. Jika sebelumnya banyak pelanggan memilih menunda keputusan perjalanan sambil menunggu perkembangan kondisi geopolitik dan operasional maskapai, kini semakin banyak wisatawan yang kembali aktif berkonsultasi, meminta rekomendasi rute, hingga mengkonfirmasi pemesanan untuk keberangkatan pada semester kedua 2026.
“Yang pulih bukan hanya jadwal penerbangannya, tetapi juga kepercayaan wisatawan. Saat melakukan kunjungan ke Dubai pada 20–24 Juli 2026, kami melihat langsung bahwa operasional di destinasi berjalan normal dan aktivitas pariwisata berlangsung seperti biasa. Dalam beberapa minggu terakhir kami melihat pelanggan yang sebelumnya mengambil pendekatan wait and see mulai kembali melakukan booking karena operasional maskapai semakin stabil, pilihan rute kembali lengkap, dan mereka merasa lebih yakin untuk merencanakan perjalanan. Ini menjadi indikator positif bahwa normalisasi konektivitas mulai diterjemahkan menjadi pemulihan permintaan perjalanan internasional,” tambah Ricky.
Selain berfungsi sebagai hub penerbangan internasional, kawasan Teluk juga tetap menjadi salah satu destinasi yang kembali diminati wisatawan Indonesia. Golden Rama melihat bahwa seiring pulihnya konektivitas penerbangan, minat masyarakat terhadap Dubai tidak hanya kembali meningkat, tetapi juga diikuti perubahan preferensi dalam memilih pengalaman wisata.
“Menariknya, kami melihat preferensi wisatawan Indonesia juga mulai bergeser. Jika sebelumnya Dubai lebih identik sebagai destinasi belanja dan stopover, kini semakin banyak pelanggan yang mencari pengalaman (experiential travel) yang lebih beragam, mulai dari wisata budaya, arsitektur, kuliner, hingga atraksi berbasis teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia kini semakin mengutamakan kualitas pengalaman selama berlibur,” ujar Ricky.
Salah satu destinasi yang paling banyak diminati adalah Museum of the Future, museum ikonik dengan arsitektur futuristik yang mengajak pengunjung menjelajahi masa depan melalui pengalaman interaktif seputar kecerdasan buatan (AI), eksplorasi luar angkasa, robotika, hingga teknologi berkelanjutan.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama kota dari ketinggian, Burj Khalifa yang juga merupakan ikon utama Dubai menjadi salah satu spot favorit. Sebagai gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa menyuguhkan pemandangan gurun, laut, hingga kota yang spektakuler.
Sementara itu, Al Seef menawarkan pengalaman yang berbeda. Terletak di sepanjang Dubai Creek, kawasan ini memadukan arsitektur tradisional Emirat dengan konsep gaya hidup modern melalui deretan kafe, restoran, pasar seni, hingga toko souvenir, sehingga wisatawan dapat menikmati sisi historis Dubai yang berpadu harmonis dengan perkembangan kota metropolitan.
Pengalaman yang tak kalah ikonik adalah Desert Safari, aktivitas yang hampir selalu masuk dalam daftar wajib wisatawan Indonesia. Selain merasakan sensasi dune bashing menggunakan kendaraan 4WD di hamparan gurun pasir, wisatawan juga dapat menikmati berbagai pengalaman khas Timur Tengah seperti menunggang unta, sandboarding, menyaksikan pertunjukan budaya, hingga bersantap malam bergaya Bedouin di bawah langit gurun.
Melengkapi pengalaman tersebut, Burj Al Arab tetap menjadi salah satu landmark yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Dengan desain menyerupai layar kapal yang menjadi simbol kemewahan Dubai, ikon ini tidak hanya menawarkan pengalaman menginap, tetapi juga menjadi destinasi favorit untuk menikmati afternoon tea, bersantap di restoran premium, maupun mengabadikan momen dengan latar salah satu bangunan paling ikonik di dunia.
Melihat tren tersebut, Golden Rama memperkirakan permintaan perjalanan internasional pada semester kedua 2026 akan meningkat sekitar 70,8% dibandingkan semester pertama. Salah satu indikator paling menonjol terlihat pada destinasi Amerika Serikat, Eropa, dan kawasan Mediterania, yang mencatat lonjakan minat wisatawan hingga hampir 200%.
“Kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut. Ketika konektivitas penerbangan kembali normal, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan rute yang efisien dan nyaman menuju berbagai destinasi internasional. Bagi industri pariwisata, ini menjadi momentum penting untuk kembali mendorong pertumbuhan perjalanan keluar negeri secara berkelanjutan,” tambah Ricky.
Sebagai bagian dari komitmennya dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman, Golden Rama terus berkoordinasi dengan berbagai mitra, termasuk maskapai penerbangan, operator tur, dan penyedia layanan di berbagai destinasi internasional guna memastikan seluruh perjalanan berjalan sesuai rencana sekaligus memberikan informasi terkini kepada pelanggan.
“Kami selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan pelanggan. Selama kondisi di destinasi telah dinyatakan kondusif dan operasional maskapai berjalan normal, masyarakat dapat kembali merencanakan perjalanan dengan lebih percaya diri. Kami juga mengimbau wisatawan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari maskapai maupun otoritas setempat, serta berkonsultasi dengan travel consultant agar dapat memilih rute dan waktu perjalanan yang paling sesuai dengan kebutuhan,” tutup Ricky.
Seiring peningkatan minat perjalanan internasional, Golden Rama juga menghadirkan berbagai pilihan paket wisata menuju destinasi favorit yang memanfaatkan konektivitas melalui kawasan Timur Tengah, termasuk Favorite Türkiye & Dubai – Mount Erciyes & The View at The Palm. Destinasi wisata ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman perjalanan ke Turki dan Dubai dalam satu rangkaian perjalanan yang dapat diakses melalui situs resmi Golden Rama di: https://www.goldenrama.com/tours/favorite-turkiye-dubai-mount-erciyes-the-view-at-the-palm#15860 .

