BISNIS  

LPG 3 Kg Sering Langka, Warga Lumajang Beralih ke Gas Bumi: Lebih Praktis, Pasokan Terjamin dan Biaya Lebih Hemat

LUMAJANG, NUSANTARAPOS — Sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah mendorong masyarakat Kabupaten Lumajang beralih menggunakan jaringan gas bumi (jargas). Selain pasokan yang terjamin, gas bumi dinilai lebih praktis dan biayanya pun terjangkau, sehingga menjadi alternatif energi yang semakin diminati.

Salah satu pelanggan jargas, Ernawati, warga RT 1/RW 8, Desa Melawang, Kecamatan Klakah, mengaku mulai menggunakan gas bumi sejak tahun 2023. Keputusan itu diambil setelah berkali-kali mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 kg, terutama saat stok menipis atau menjelang hari besar keagamaan.

“Dulu sering kehabisan gas kapan saja, bahkan malam atau subuh. Mau beli harus ke SPBU yang jaraknya lumayan jauh. Apalagi saat gas subsidi langka, antrian ramai dan sering tidak kebagian,” ujar Ernawati, Senin (3/8/2026).

Kini ia merasa sangat terbantu. “Sejak pakai gas bumi, tinggal tekan kompor langsung menyala. Tidak perlu lagi repot mencari dan mengangkat tabung gas,” tambahnya.

Ernawati yang sehari-hari berjualan lalapan dan gorengan juga menghemat pengeluaran. Tagihannya berkisar Rp36.000 hingga Rp56.000 per bulan, tergantung pemakaian. Pembayaran cukup lewat transfer, dan jika ada kendala, layanan pengaduan mudah dihubungi.

Pengalaman serupa dirasakan Susiana yang juga beralih karena LPG sering kosong. “Sekarang lebih enak, tidak ribet dan apinya lebih besar,” katanya.

Sementara itu, Sultan menyebut tagihan rumah tangganya rata-rata hanya Rp21.000 hingga Rp27.000 per bulan.

PGN Siap Perluas Layanan hingga Sektor Usaha. Area Head PGN Pasuruan, Mochamad Arif, menjelaskan pembangunan jaringan gas di wilayah Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang terakhir dilakukan melalui program APBN tahun 2023. Hingga kini belum ada penambahan jaringan baru. Meski demikian, tingginya minat masyarakat menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan jargas, tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga sektor hotel, restoran, cafe (horeca) dan UMKM.

“Kesadaran masyarakat beralih ke gas bumi cukup tinggi. Apalagi saat LPG 3 kg langka, kami berharap pemanfaatan jargas terus berkembang, termasuk bagi pelaku usaha,” ujar Arif.

Di Lumajang, kuota awal pembangunan jargas mencapai 4.020 Sambungan Rumah Tangga. Saat ini pelanggan aktif tercatat 2.777 sambungan. Sebagian berkurang akibat keterlambatan pembayaran yang berujung pemutusan sambungan.

PGN kini menjajaki perluasan layanan ke sektor usaha dan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang guna memetakan potensinya. “Kami siap melayani pelaku usaha yang ingin beralih ke gas bumi,” tegas Arif.

Meski masih ada tantangan cakupan jaringan pipa, PGN optimistis gas bumi menjadi solusi energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun pelaku usaha di Lumajang. (Aryo).