BOJONEGORO – Semangat membangun dari desa terus diwujudkan melalui Program TMMD Ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro. Salah satu hasil yang mulai tampak adalah perubahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Saelah di Dusun Kesongo RT 23/RW 04, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Memasuki Senin (3/8/2026), progres pembangunan telah mencapai sekitar 95 persen. Program ALADIN (Atap, Lantai, dan Dinding) berhasil mengubah rumah yang sebelumnya kurang layak menjadi hunian yang aman, sehat, dan nyaman.
Perubahan tersebut terlihat jelas dari kondisi bangunan yang kini telah memiliki atap baru yang tersusun rapi, lantai berlapis keramik putih, serta dinding yang telah dicat sehingga menghadirkan suasana rumah yang lebih terang dan bersih. Pekerjaan yang tersisa hanya penyempurnaan beberapa bagian kecil sebelum rumah diserahkan sepenuhnya kepada pemilik. Seluruh proses dikerjakan dengan semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan warga Desa Kesongo.
Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, menyampaikan bahwa Program ALADIN merupakan implementasi nyata semangat Asta Cita, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemerataan pembangunan. “Kami ingin setiap rumah yang dibangun menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat. Bukan hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun harapan, rasa aman, dan kepercayaan masyarakat bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.
Rasa syukur juga disampaikan Ibu Saelah yang kini melihat rumahnya berubah secara signifikan. “Saya sangat terharu melihat rumah ini hampir selesai. Dulu kami khawatir saat hujan dan angin datang, sekarang rumah sudah kokoh dan nyaman. Bantuan ini bukan hanya memperbaiki rumah kami, tetapi juga memberi semangat baru bagi keluarga untuk menata masa depan,” tuturnya.
Program ALADIN dalam TMMD Ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro menjadi bukti bahwa sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat mampu melahirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kehidupan warga. RTLH Ibu Saelah tidak hanya menjadi bangunan yang lebih layak huni, tetapi juga menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan hadirnya semangat Asta Cita hingga ke pelosok desa.

