LAMONGAN — Panas terik matahari di atas hamparan sawah Desa Tlemang Kecamatan ngimbang kab Lamongan
tidak menyurutkan kehangatan yang tercipta di gubuk bambu pinggir sawah. Pemandangan tak biasa terlihat kala prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan melepas lelah seraya menikmati makan siang sederhana bersama para petani lokal.
Beralaskan daun pisang dan tikar seadanya, sekat antara aparat ketahanan negara dan pejuang ketahanan pangan itu seolah sirna. Menu berupa nasi bungkus dengan lauk pauk khas pedesaan, sambal terasi, serta kesegaran es kelapa muda terasa begitu nikmat tiada tara, diselingi gelak tawa dan gurauan hangat di sela waktu istirahat pengerjaan sasaran fisik TMMD.
Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan menyampaikan bahwa momen makan siang bersama ini bukan sekadar pemuas dahaga dan lapar usai memeras keringat di lapangan, melainkan simbol paling nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Rasa lelah seketika sirna saat kami duduk bersila bersama warga. Di sini kami belajar tentang kesederhanaan, keikhlasan, dan semangat pantang menyerah para petani. TNI lahir dari rakyat, bekerja untuk rakyat, dan kebahagiaan kami adalah ketika bisa menyatu tanpa jarak bersama rakyat,” ujarnya.
Kehadiran Satgas TMMD di tengah-tengah area persawahan disambut sukacita oleh warga. Pak Mbah [Nama Warga/Tokoh Petani], salah seorang petani setempat, mengaku tersentuh dengan kepribadian para prajurit yang begitu ramah, humanis, dan tidak canggung untuk berbaur di lumpur maupun duduk lesehan di gubuk.
“Bapak-bapak TNI ini tidak cuma sigap membangun jalan dan sarana di desa kami, tapi juga sangat dekat dengan warga. Makan nasi bungkus sederhana di gubuk sawah seperti ini rasanya jadi makin nikmat karena dimakan rame-rame bersama Pak Tentara,” ungkapnya gembira
Melalui program TMMD ke-129 ini, Kodim 0812/Lamongan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik untuk mengakselerasi kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga terus merawat ikatan emosional dan nilai-nilai gotong royong yang menjadi akar kekuatan bangsa Indonesia. (Pendim0812)
