BERITA  

Ratusan Warga Menteng Atas Diduga Tercemar Udara dari Pemilihan Sampah TPS 3R yang Dikelola PT Morego Green

0-0x0-0-0#

Jakarta, Nusantarapos – Ratusan warga RW 05 Menteng Atas (Mentas) protes terhadap pencemaran udara yang berasal dari tumpukan sampah hasil pilah pada Dipo mentas Lingkungan Hidup yang dikelola PT Morego.

Bau yang mencemari 4 RT  yaitu RT 06,07, 15,16 membuat pimpinan RW setempat mengeluhkan kepada pihak Kelurahan Menteng Atas agar ratusan warga yang terdampak bau yang ditimbulkan dari pemilahan sampah PT Morego tidak mencemari udara di ke 4 RT.

Menurut ketua RW 05 Suharyanto, akibat pencemaran udara dari PT Morego mengakibat warga terganggu aktifitasnya akibat bau yang ditimbulkan. Karena itu saat pihaknya meminta pihak Kelurahan Menteng Atas untuk dimediasi, malah disodorkan surat persetujuan agar PT Morego dapat beroperasi di TPS 3R Menteng Atas.

“Saya menolak untuk menandatangani surat persetujuan agar PT Morego yang disodorkan Bu Lurah. Karena saat pembangunan hingga peresmian, kami sebagai warga Menteng Atas yang berdekatan lokasi TPS 3R tidak pernah dilibatkan sama sekali,” ujar Suharyanto.

Tidak hanya bau saja, tambah Suharyanto, warga saat ini juga tidak memasukan gerobak sampah ke dalam Dipo TPS 3R Menteng Atas, karena sudah dikelola pihak PT Morego. ” Padahal Dipo TPS 3R Menteng Atas dibangun dari pajak warga Jakarta, ini aneh namanya?. Malah akhirnya gerobak dikumpulkan tanah dinas pemakaman yang berada dibelakang Dipo TPS 3R Menteng Atas,” ujarnya.

0-0x0-0-0#

Lebih lanjut Suharyanto menambahkan, seharusnya pihak PT Morego membangun fasilitas sendiri tidak menggunakan fasilitas Pemda. Karena Pemda DKI membangun Dipo untuk kepentingan warga Jakarta. “Jadi kemarin Gubernur DKI meresmikan Dipo TPS 3R Menteng Atas untuk siapa?. Kenapa sampah warga ditolak masuk,” tanya Suharyanto.

‎Sementara itu Lurah Menteng Atas Yuyun Ayunah mengaku, pihaknya menyodorkan surat persetujuan kepada warga RW 05 guna membantu program pemerintah.” Begitupun draf surat persetujuan itu berasal dari pihak Lingkungan Hidup. saya sebagai Pamong hanya diminta untuk membantu program pemerintah,” ujar Yuyun.

0-0x0-0-0#

‎Sedangkan Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Rizky Febrianto saat diminta keterangannya, hingga berita ini diturunkan, enggan memberikan penjelasannya.

‎Berdasarkan informasi dilapangan,  PT Morego Green Indonesia dan PT Metro Klina Intranusa mengelola TPS 3R Menteng Atas. perusahaan tersebut memilah limbah dari kawasan bisnis yang ada di kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan.  tapi anehnya, residu hasil pemilahan dibuang ke Bantar gebang menggunakan kendaraan plat merah milik Satpel lingkungan hidup kecamatan Setiabudi. Harusnya dilakukan oleh pihak swasta yang mengelola TPS 3R Menteng Atas. Sebab, jika itu dilakukan oleh kendaraan truk lingkungan hidup kecamatan Setiabudi, beban retribusi menjadi beban Pemda DKI.

‎Ditempat terpisah, salah satu karyawan PT Morego Green , Yanuar dan Akbar membantah bahwa dugaan sumber bau berasal dari tempat Dipo TPS 3R Menteng Atas.

Menurut Yanuar, sampah yang ada di Dipo TPS 3R Menteng Atas merupakan sampah fresh. ” Dan pihaknya juga menggunakan cairan kimia untuk tidak menimbulkan bau menyengat dari timbunan sampah,” ujarnya kepada Nusantarapos.

Lebih lanjut Yanuar menambah, langkah antisipasi pihaknya agar tidak menimbulkan bau, selain menyemprot cairan kimia, pihaknya juga menggunakan terpal.

‎Terkait pihak PT Morego Green mengunakan aset Pemda DKI, seperti truk sampah yang mengangkut residu ke TPA Bantar Gebang, Akbar menjelaskan, semuanya itu sudah dari bagian kerjasama PT Morego Green dengan Pemprov DKI.

‎Selain itu Akbar juga membantah jika sampah warga tidak boleh masuk Dipo TPS 3R Menteng Atas. Menurutnya, warga diperbolehkan membuang sampahnya di dusbin yang sudah disediakan di dalam areal Dipo. ” Dengan catatan sampah yang sudah dipilah dari rumah,” ungkapnya.