RILIS  

Perkuat Budaya K3, PLN NP UP Tanjung Awar-Awar Gelar BCP

TUBAN – Nusantarapos.co.id – Dalam rangka memperkuat budaya keselamatan kerja sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik nasional, PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar menggelar Simulasi Tanggap Darurat Nasional pada Kamis (19/8).

Simulasi berskala besar ini mengambil skenario penanganan krisis di area vital Fuel Oil Tank (FOT) guna menguji keandalan sistem proteksi internal serta efektivitas Business Continuity Plan (BCP) perusahaan saat dihadapkan pada situasi darurat. Business Continuity Plan (BCP) merupakan panduan dan strategi yang dirancang untuk memastikan operasional bisnis tetap berjalan atau dapat segera pulih saat terjadi keadaan darurat, krisis, atau bencana. Latihan ini melibatkan personel gabungan, mulai dari Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team) internal, petugas keamanan, hingga koordinasi lintas instansi bersama Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan aparat keamanan setempat.

 

Dalam peragaan simulasi tersebut, alur penanganan darurat digambarkan secara presisi saat percikan api memicu potensi kebakaran di kawasan FOT. Sistem alarm otomatis pembangkit langsung merespons seketika, disusul pergerakan cepat tim ERT yang mengisolasi area berbahaya menggunakan foam dan water cannon. Sementara itu, petugas pengawas dan keamanan mengevakuasi seluruh pekerja menuju Assembly Point (Titik Kumpul) secara tertib dan teratur. Berkat prosedur penanganan yang terukur dan koordinasi yang solid, skenario krisis berhasil dikendalikan secara menyeluruh dalam waktu kurang dari 50 menit dengan mengaktifkan skenario cadangan operasional agar pasokan listrik tetap stabil.

 

Senior Manager PLN NP UP Tanjung Awar-Awar, Yunan Kurniawan, menyampaikan bahwa latihan kesiapsiagaan ini merupakan agenda perusahaan untuk terus memupuk kedisiplinan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lini operasional. Senada dengan hal tersebut, Asman K3 dan Keamanan PLN NP UP Tanjung Awar-Awar, Gilang, menegaskan pentingnya pengujian respons krisis di lapangan. “Simulasi ini dirancang sedekat mungkin dengan kondisi nyata. Tujuannya bukan sekadar memadamkan api, tetapi menguji kecepatan respons, jalur evakuasi, dan pengambilan keputusan krisis demi mencapai target Zero Accident di lingkungan UP Tanjung Awar-Awar. Kami ingin memastikan kondisi unit selalu andal dan pasokan listrik untuk sistem Jawa-Bali tetap aman dalam kondisi apa pun,” tegas Gilang.

 

Keberhasilan pelaksanaan Simulasi Tanggap Darurat Nasional ini semakin mempertegas komitmen PLN NP UP Tanjung Awar-Awar dalam menerapkan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara menyeluruh di kawasan pembangkitan. Melalui kesiapsiagaan sistem dan personel yang teruji dalam menghadapi situasi darurat, korporasi optimis mampu meminimalisir risiko serta menjaga target nihil kecelakaan kerja secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi bukti nyata penerapan K3 dalam operasional pembangkit PLN Nusantara Power.