PURWOREJO, NUSANTARAPOS, – Sejumlah Dosen Kampus Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) menggelar program pendampingan Penguatan Tata Kelola Bisnis Teaching Factory (TEFA), yakni mengadopsi nilai-nilai science digital edupreneurship (Scripre) di SMK Muhammadiyah Purwodadi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Program tersebut didanai melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisainteks) 2026.
Menurut Ketua Tim Program Pengabdian, Dr Arif Susanto MPd, kedatangan Tim yang terdiri dari beberapa dosen di masing-masing program studi (progdi) itu, disambut antusias oleh segenap pengajar di SMK Muhammadiyah Purwodadi.
“Kami memulainya dari tanggal 6 Juli 2026 dan berakhir pada 3 September 2026. Tujuannya jelas, kami memberikan pembinaan sekaligus penguatan pengelolaan menejemen mengajar, ” ungkap Arif.
Nama-nama dosen yang tergabung dalam tim, yaitu Hamid Muhammad Jumasa, ST M, Eng (Progdi Teknologi Informasi), Fitri Rahmawati SE MM (Progdi Menejemen) .
Dijelaskan Arif, penjabaran dari Program TEFA itu, yakni mengintegrasikan sistem tata kelola digital pada Unit Business Teaching Factory di sekolah sasaran. Kemudian juga menerapkan standar ilmiah (science) dalam proses penjaminan mutu produk SMK, agar sesuai dengan kriteria kebutuhan pasar dan industri. Selain juga mentransformasi pola pikir siswa dan guru menjadi digital edupreneur melalui pendampingan manajemen bisnis yang akuntabel dan transparan.
“Yang terakhir tujuan dari kegiatan kami adalah menciptakan model replikasi TEFA modern yang dapat diadopsi oleh konsentrasi keahlian lain di SMK mitra maupun sekolah lainnya, ” ucap Arif.
Pada bagian lain dijelaskan, bentuk kegiatan yang dilaksanakan, yakni diawali dengan sosialisasi kegiatan, kemudian pelatihan pemanfaatan digitalisasi pembelajaran, penerapan teknologi Platform Tefa Scipre yaitu Teaching Factory Berbasis Science Digital Edupreneurship, pendampingan serta evaluasi, keberlanjutan program.
Lebih jauh disampaikan Arif, kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs poin ke-4 yakni Pendidikan Berkualitas. ‘Kemudian poin ke-8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui kerangka Scripre, SMK tidak hanya memberikan ijazah, tetapi membekali lulusan dengan kompetensi induatri 4.0, sehingga menekan angka penggangguran lulusan SMK dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kegiatan PKM ini berkontribusi langsung pada pencapaian IKU dosen dan universitas pengusul, khususnya : IKU 2 Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus dalam melibatkan mahasiswa dalam pengabdian , IKU 3: dosen berkwgiatan di luar kampus (membina mitra SMK) serta IKU 5, yaitu hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat dengan peneraoan sisten digital Scripre oleh SMK.
Program ini selaras dengan Asta Cita butir ke-4, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesehatan gender, serta penguatan peran, pemuda dan penyandang disabilitas.
Dibagian akhir, diungkapkan, kegiatan tersebut juga fokus pada penguatan pendidikan vokasi dan teknologi digital di SMK yang merupakan pilar utama dalam membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kegiatan ini masuk dalam Fokus Bidang Fokus Ririn (Rencana Induk Riset Nasional) khususnya pada tema, pengembangan tekhnologi pendidikan yakni digitalisasi tata kelola vokasi dan ekonomi digital, mengimplementasikan edupreneurship berbasis platform digital di lingkungan sekolah.

