Jakarta, Nusantarapos – Kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi DKI Jakarta kembali mendapat sorotan tajam dari Organisasi Aktivis Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI). Minimnya terobosan, inovasi dan capaian yang dinilai belum signifikan membuat KAMAKSI mendorong Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran dinas tersebut.
Menurut KAMAKSI, seharusnya Dinas Parekraf DKI Jakarta melakukan kerja nyata berupa inovasi, terobosan untuk pariwisata serta ekonomi kreatif Jakarta. Kepemimpinan Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta Andhika Permata yang telah berlangsung cukup lama diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang dapat dirasakan masyarakat maupun pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, Kinerja Disparekraf dinilai stagnan dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan pariwisata maupun ekonomi kreatif Jakarta. Ditambah lagi munculnya sorotan terkait transparansi program kerja, laporan kekayaan (LHKPN), hingga dugaan penyalahgunaan wewenang dan anggaran kegiatan dinas.
Setiap program Disparekraf harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Anggaran yang besar harus berbanding lurus dengan prestasi. Masyarakat berhak mengetahui apa capaian konkret setiap program dan seberapa besar dampaknya terhadap pariwisata serta ekonomi kreatif Jakarta.
“KAMAKSI menilai rotasi atau pergantian pejabat diperlukan agar akselerasi program pembangunan DKI Jakarta berjalan cepat dan bersih dari polemik kepemimpinan, kami mendorong Gubernur Jakarta Pramono Anung mencopot Kadis Parekraf DKI Jakarta Andhika Permata agar kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin baik menuju Jakarta Kota Global,” tegas Joko Priyoski Ketua Umum DPP KAMAKSI.




