Jakarta, Nusantarapos — Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026 resmi dibuka dengan membawa semangat The World We Draw, sebuah gagasan yang melihat ilustrasi bukan sekadar karya visual, tetapi sebagai cara bagi kreator untuk membentuk, menerjemahkan, dan membagikan dunia dari perspektif mereka masing-masing.
Memasuki penyelenggaraan ketiganya, JICAF terus berkembang dari sebuah art fair menjadi rumah bagi ekosistem kreatif yang mempertemukan artists, brands, communities, dan berbagai creative players. Melalui pameran, program, dan kolaborasi yang dihadirkan tahun ini, JICAF membuka ruang bagi karya dan ide untuk bertemu dengan audiens sekaligus menemukan kemungkinan baru di luar medium ilustrasi itu sendiri.
Sunny Gho, Co-Founder & Fair Director JICAF mengatakan, “The World We Draw adalah tentang bagaimana setiap kreator punya dunianya sendiri untuk dibagikan. Bagi kami, JICAF adalah ruang yang mempertemukan dunia-dunia tersebut, sekaligus membuka kesempatan agar karya, ide, dan kreativitas bisa bertemu dengan lebih banyak pihak,” ujarnya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Semangat tersebut tercermin melalui kehadiran sejumlah artist dengan pendekatan dan karakter visual yang beragam, termasuk Rinaldo Hartanto x LEKAT, Stereoflow, Machine 56, Pronto Pixel, BART, dan Fluxcup. Kehadiran mereka menunjukkan bagaimana setiap kreator membawa perspektif masing-masing, sekaligus menjadi bagian dari ekosistem yang lebih luas di JICAF.
Salah satunya adalah Stereoflow, yang berkolaborasi dengan Psychloop untuk menghadirkan Special Drop di JICAF 2026. Berangkat dari shared passion terhadap sepeda dan pengalaman yang tumbuh bersama cycling community, kolaborasi ini menghadirkan produk untuk everyday cyclists yang memadukan fungsi, kreativitas, dan semangat untuk membuat pengalaman bersepeda terasa lebih menyenangkan.
Sementara itu, Fluxcup menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif melalui DUBKIL PROJECT (Dubbing Kilat). Dalam proyek ini, pengunjung akan direkam oleh Fluxcup secara langsung di area pameran untuk kemudian mendapatkan versi dubbing dengan gaya absurd dan nihilist khas Fluxcup hanya dalam waktu sekitar 10 detik. Tanpa script maupun retake, hasil dubbing tersebut diberikan langsung kepada peserta dan selanjutnya akan dikompilasi untuk dibagikan melalui akun Instagram @flux.cup.
“Untuk exhibition ini, saya membawa signature style saya melalui DUBKIL PROJECT. Pengunjung bisa langsung merekam video di lokasi dan audionya akan di-redub dalam waktu sekitar 10 detik dengan gaya absurd dan nihilist saya. Tidak ada script, retake, atau request hasil akhirnya langsung menjadi bagian dari proyek ini.” tandasnya.
Selain karya individual para artist, JICAF 2026 juga menghadirkan sejumlah kolaborasi yang memperlihatkan bagaimana ilustrasi dapat berkembang ketika bertemu dengan berbagai bidang dan industri.
Rinaldo Hartanto x LEKAT, misalnya, mempertemukan ilustrasi, fashion, dan craft melalui eksplorasi folklore dan volcanic imagery. Kolaborasi ini juga memanfaatkan leftover fabrics dari LEKAT yang diolah melalui teknik patchwork dan diterjemahkan menjadi produk seperti Patchwork Bag dan Cap.
JICAF 2026 juga menjadi platform peluncuran Disney Jajan, sebuah kolaborasi antara Disney Indonesia dan ilustrator lokal yang difasilitasi oleh enMasse sebagai penyelenggara JICAF. Proyek ini mengajak para ilustrator untuk memberikan interpretasi mereka terhadap karakter Disney, khususnya Stitch dan Angel, melalui perspektif budaya jajanan dan street food Indonesia. Disney Jajan menghadirkan karya dari tiga ilustrator, yaitu Ykha Amelz, WD Wily, dan Liunic, yang membawa gaya dan perspektif masing-masing dalam m9enerjemahkan karakter Disney ke dalam konteks lokal.
“Pada akhirnya, The World We Draw bukan hanya tentang apa yang kita gambar, tetapi juga tentang dunia yang terbentuk ketika berbagai perspektif bertemu. Kami ingin JICAF terus menjadi tempat di mana kreator bisa menemukan audiens, membangun koneksi, dan melihat lebih banyak kemungkinan dari karya mereka,” tutup Sunny.

