Perkuat Kolaborasi Riset Global, Tim Dosen Berkarya Jalani Agenda Akademik di The University of Sydney

SYDNEY,NUSANTARAPOS, – Dalam upaya meningkatkan reputasi akademik di tingkat global serta memperluas jaringan penelitian internasional, tim dari Program Dosen Berkarya melangsungkan rangkaian kegiatan kolaborasi ilmiah ke The University of Sydney School of Architecture, Design and Planning, Australia. Kegiatan riset strategis ini diketuai oleh Dr.techn. Ar. Ir. Yusfan Adeputera Yusran, ST., MT.Ars., IPM., ASEAN Eng., IAI, GP. dengan anggota tim Prof. Ir. Jenny Ernawati, MSP., Ph.D., CIQnR., CIQaR. dan Ar. Subhan Ramdlani, ST., MT.

Program Dosen Berkarya tahun 2026 ini dirancang sebagai wadah akselerasi kemitraan akademis lintas negara. Fokus utama dari pelaksanaannya adalah skema Joint Research & Publication yang ditargetkan untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi dan dipublikasikan pada jurnal bereputasi internasional. Langkah ini diambil guna memperkuat kontribusi pemikiran akademisi Indonesia dalam bidang arsitektur, perencanaan, dan tata ruang di tingkat global.

Fokus pada Konservasi Sejarah dan Pengelolaan Tempat Berkelanjutan

Dalam pelaksanaan agenda riset ini, tim bekerjasama secara intensif dengan mitra akademis dari The University of Sydney, Prof. Duanfang Lu, Ph.D. Kegiatan ini mengusung topik utama Historic Conservation and Sustainable Place Management. Isu konservasi kawasan bersejarah dan pengelolaan tempat secara berkelanjutan menjadi pembahasan yang sangat penting di tengah pesatnya laju urbanisasi dan modernisasi yang berisiko mengikis warisan budaya lokal.

 

Melalui topik tersebut, penelitian bersama ini diarahkan untuk mengkaji pendekatan inovatif dalam melestarikan nilai-nilai sejarah dan karakter arsitektural suatu kawasan, tanpa mengabaikan tuntutan kebutuhan fungsi masa kini. Pembahasan mencakup integrasi aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi guna memastikan bahwa tempat-tempat bersejarah dapat dikelola secara mandiri, relevan, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Dua Tahap Kunjungan Strategis di Tahun 2026

Pelaksanaan program Dosen Berkarya di Australia terbagi ke dalam dua gelombang kunjungan kerja sepanjang tahun 2026. Kunjungan tahap pertama dijadwalkan berlangsung cukup panjang, yakni mulai tanggal 22 Juni hingga 20 Juli 2026. Pada rentang waktu tersebut, fokus kegiatan melingkupi perumusan metodologi penelitian, pengumpulan dan analisis data primer maupun sekunder, penelusuran pustaka di perpustakaan The University of Sydney, serta pelaksanaan diskusi mendalam bersama mitra.

 

Selanjutnya, kunjungan tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 11 September 2026. Tahap lanjutan ini difokuskan pada pemantapan luaran riset, mencakup pemrosesan akhir data, penyusunan draf penulisan ilmiah bersama, serta penyesuaian kriteria naskah sebelum dikirimkan ke jurnal internasional target. Struktur kunjungan dua tahap ini dirancang agar proses analisis dan penyusunan karya ilmiah berjalan sistematis, terukur, dan matang.

 

Dorong Kualitas Publikasi dan Keberlanjutan Kerja Sama

Ketua tim peneliti, Dr.techn. Yusfan Adeputera Yusran, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi pijakan penting dalam membangun reputasi keilmuan yang kuat. Kehadiran Prof. Ir. Jenny Ernawati membawa keahlian mendalam di bidang riset kualitatif serta studi perilaku dan lingkungan, yang memperkaya analisis dalam pengelolaan tempat bersejarah. Sinergi ini diperkuat oleh kepakaran Prof. Duanfang Lu di bidang sejarah arsitektur dan teori perkotaan internasional.
Selain membidik luaran publikasi ilmiah bereputasi, pelaksanaan riset ini secara langsung mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Pembahasan mengenai Historic Conservation and Sustainable Place Management selaras dengan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, khususnya target 11.4 mengenai perlindungan dan pelestarian warisan budaya dan alam dunia.
Kemitraan ini diharapkan tidak berhenti pada capaian publikasi ilmiah semata, namun juga membuka jalan bagi kerja sama jangka panjang antara kedua lembaga pendidikan tinggi. Hubungan akademis yang terjalin erat ini berpotensi melahirkan program pertukaran, riset lanjutan, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan perkembangan arsitektur dan perencanaan kota global.
Di samping itu, sinergi internasional ini menegaskan komitmen pada SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi riset antarnegara dan transfer pengetahuan tingkat tinggi. Peningkatan kualitas penelitian akademisi ini turut menyokong SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang berorientasi pada penciptaan iklim pendidikan perguruan tinggi berdaya saing global dan berbasis sains inovatif.