SURABAYA, NUSANTARAPOS – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya di lingkungan internal perusahaan, tetapi juga kepada para pengguna jasa, termasuk calon penumpang kapal. Upaya tersebut diwujudkan melalui edukasi keselamatan kepada calon penumpang di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Kegiatan edukasi yang dilaksanakan pada 14 September 2026 ini menggandeng Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya serta melibatkan KSOP Utama Tanjung Perak. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026.
Edukasi diberikan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran calon penumpang mengenai pentingnya keselamatan selama berada di lingkungan pelabuhan maupun saat melakukan perjalanan menggunakan kapal. Melalui kegiatan ini, calon penumpang tidak hanya memperoleh informasi mengenai prosedur keselamatan, tetapi juga dibekali pengetahuan praktis yang dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat di atas kapal.
Sejumlah materi diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain sosialisasi prosedur keselamatan di atas kapal, demonstrasi penggunaan life jacket atau jaket pelampung dan lifebuoy dengan benar, serta teknik penyelamatan diri ketika menghadapi kondisi darurat di laut.
Branch Manager Kalimas Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, mengatakan bahwa budaya keselamatan merupakan tanggung jawab seluruh pihak yang berada dalam ekosistem transportasi laut. Menurutnya, penerapan budaya K3 tidak cukup hanya dilakukan oleh pekerja atau pegawai di lingkungan Pelindo, tetapi juga perlu dipahami oleh masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan.
“Budaya keselamatan merupakan hal yang harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh pihak, tidak hanya oleh pegawai Pelindo. Calon penumpang juga perlu memiliki pemahaman mengenai prosedur keselamatan agar mengetahui tindakan yang tepat apabila menghadapi kondisi darurat selama perjalanan,” ujar Ana.
Ana menambahkan, edukasi keselamatan kepada calon penumpang merupakan bagian dari komitmen Pelindo untuk menghadirkan pelayanan kepelabuhanan yang mengedepankan aspek keselamatan.
“Melalui kolaborasi dengan Poltekpel Surabaya, kami ingin memberikan edukasi yang lebih praktis dan mudah dipahami oleh calon penumpang. Harapannya, pengetahuan yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran sekaligus membangun budaya keselamatan bersama di lingkungan pelabuhan,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan dosen Politeknik Pelayaran Surabaya menyampaikan bahwa keterlibatan Poltekpel Surabaya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi keselamatan masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut.
“Keselamatan pelayaran tidak hanya menjadi tanggung jawab operator maupun awak kapal, tetapi membutuhkan pemahaman dan kesiapsiagaan dari seluruh penumpang. Karena itu, edukasi mengenai penggunaan life jacket, lifebuoy, serta teknik penyelamatan diri penting untuk diberikan secara langsung agar masyarakat mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, edukasi juga memanfaatkan teknologi digital melalui QR Code yang dapat dipindai oleh calon penumpang untuk mengakses video dan materi panduan keselamatan. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat mempelajari kembali informasi keselamatan secara mandiri.
Kegiatan edukasi keselamatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun budaya K3 yang lebih luas di lingkungan transportasi laut. Pelindo memandang bahwa keselamatan bukan hanya menjadi standar operasional perusahaan, tetapi juga merupakan kesadaran bersama yang perlu dibangun oleh seluruh pihak, termasuk para pengguna jasa.
Melalui momentum Hari Perhubungan Nasional 2026, Pelindo bersama Poltekpel Surabaya dan KSOP Utama Tanjung Perak terus memperkuat sinergi dalam menciptakan ekosistem transportasi laut yang aman, nyaman, dan selamat.(Aryo).


