PACITAN,NUSANTARAPOS,- Pagi itu, di sekitaran kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Fattah (Staifa) Pacitan nampak begitu ramai orang yang mengenakan pakaian rapi. Orang laki-laki mengenakan baju putih lengan panjang dan celana berwarna hitam, sedangkan yang perempuan berdandan layaknya orang yang sedang menghadiri acara penting. Tak hanya itu, orang tua, baik laki-laki dan perempuan juga mendatangi kampus yang berada di Desa Jatimalang, Kecamatan Arjosari Pacitan.
Nampak wajah mereka kelihatan penuh gembira. Senyum simpul dari raut muka mereka kelihatan kalau mereka tak sekadar untuk mendatangi kampus tersebut. Ternyata mereka mendatangi kampus Staifa ini untuk mengikuti acara wisuda, seteleah mereka kurang lebih selama 4 tahun menimba ilmu di Staifa.
Dengan memakai jubah toga, para mahasiswa dan mahasiswi mulai memasuki gedung untuk mengikuti prosesi wisuda dengan khidmat dan tertib.
Dalam sambutannya, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Al- Fattah Pacitan, Dodik Prasetyo, S.Pd., M.M.Pd, Selasa (6/10/26) menyampaikan bahwa, hari ini merupakan momentum yang sangat bersejarah karena para mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan selama kurang lebih 4 tahun, kini dapat merasakan wisuda. “Diketahui bahwa acara wisuda ini dilaksanakan bagi mahasiswa dan mahasiswi pada prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan juga Prodi Hukum Ekonomi Syariah,” katanya.
Ia melanjutkan, hasil yang ditempuh para mahasiswa ini hingga mendapatkan gelar sarjana merupakan dari hasil kerja keras, doa serta pengorbanan mereka. “Tapi hasil ini juga bukan merupakan hasil dari diri anda sendiri, melainkan juga berkat dari orang tua, keluarga, juga bimbingan dari para dosen. Untuk itu saya selaku ketua Staifa memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada para orang tua, wali keluarga, serta para dosen yang dengan sabar dan tulus mendampingi perjalanan akademik para lulusan,” ucapnya.
Tak lupa, Dodik juga mengingatkan bahwa gelar sarjana yang baru diraih ini bukanlah akhir sebuah perjalanan, namun merupakan awal dari menuju pengabdian yang sesungguhnya. “Ilmu yang Anda peroleh, hendaknya tidak berhenti menjadi pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam sikap, karya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,”pintanya.
Bahkan, untuk langkah ke depan dalam memajukan kampus STAIFA, Dodik telah memfokuskan berbagai langkah diantaranya, menyiapkan sumber daya manusia yang professional, digitalisasi kampus, sarana prasarana representative, melakukan riset dan PKM berdampak, melaksanakan entrepreneur kampus dan kemitraan, serta tata kelola dan penjaminan mutu berkelanjutan.


